Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Tawuran Berdarah Digagalkan, Polisi Amankan 17 Pelajar Temanggung Bersenjata Tajam

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 19 Februari 2026 | 17:36 WIB
Kepolisian memberikan pembinaan kepada remaja yang akan melakukan aksi tawuran di Temanggung.
Kepolisian memberikan pembinaan kepada remaja yang akan melakukan aksi tawuran di Temanggung.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Temanggung berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antarpelajar yang memicu keresahan warga. Sedikitnya 17 remaja diamankan petugas.

Hal itu setelah aksi konvoi remaja yang membawa senjata tajam viral di media sosial.

Kapolsek Kota Temanggung, AKP Sigit Dwi Setyawan menerangkan, aksi konvoi remaja tersebut bermula pada Rabu (18/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.00. 

Diketahui, kelompok remaja yang melakukan konvoi terdiri dari 10 pelajar SMP asal Kecamatan Tembarak dan 7 remaja asal Kecamatan Kandangan.

Konvoi tersebut menuju wilayah Tembarak. Bahkan, para remaja kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

"Sebelum melakukan aksi tawuran, para remaja ini sempat dihadang oleh warga di Desa Lungge," terangnya, Kamis (19/2/2026).

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Kota Temanggung segera melakukan patroli penyisiran. Hasilnya, polisi mengamankan para peserta aksi beserta sajam yang dibawa.

"Setelah itu, kami berikan pembinaan dengan memanggil orang tua dan pihak sekolah dari masing-masing anak," kata AKP Sigit.

Dalam pertemuan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya dan konsekuensi hukum dari tindakan mereka. Kepolisian mengimbau, agar para orang tua agar lebih peduli dan proaktif dalam mengawasi anak-anaknya. 

"Pastikan pukul 22.00 malam anak-anak sudah berada di rumah agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat," tegas AKP Sigit, Rabu (18/2/2026).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Di hadapan petugas, guru, dan orang tua, belasan remaja tersebut mengakui kesalahan. Mereka berjanji secara tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain tersebut.

"Kasus ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga dalam menjaga kondusivitas wilayah. Terlebih soal masa depan generasi muda di Kabupaten Temanggung," tambah Kapolsek. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#polsek kota temanggung #tawuran pelajar