Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Marak Aksi Konvoi Remaja Bawa Senjata Tajam Meresahkan Warga Temanggung

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 17 Februari 2026 | 17:31 WIB
Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Didik Tri Wibowo.
Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Didik Tri Wibowo.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Maraknya aksi konvoi remaja di wilayah Kabupaten Temanggung, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. 

Terbaru, aksi tersebut terjadi di wilayah Lungge, Kecamatan Temanggung, pada Selasa (17/2/2026) pukul 03.00. Para remaja melakukan aksi konvoi menggunakan sepeda motor sembari membawa sanjata tajam (sajam).

Tak sampai di situ, remaja tersebut melempar petasan di beberapa titik. Kondisi ini membuat warga resah. Lantaran mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Merespon kejadian tersebut, Satreskrim Polres Temanggung melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif dan tujuan aksi tersebut. "Masih dalam penyelidikan," ungkap Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Didik Tri Wibowo dalam pesan singkat, Selasa (17/2/2026).

Sebelumnya, aksi serupa terjadi seminggu yang lalu pada 10 Februari. Saat itu, terdapat gerombolan remaja yang membawa sajam di wilayah Gambasan, Kecamatan Selopampang. Akibatnya, satu orang terkena luka bacok di bagian kaki.

Aksi remaja ini, menjadi perhatian serius. Polres Temanggung menegaskan, pelaku konvoi yang membawa sajam terancam penjara. 

"Proses hukum masih berlanjut (kasus Gambasan). Polres Temanggung akan melakukan penindakan secara tegas terhadap para pelaku konvoi (bawa) senjata tajam," tegas Didik.

Selain itu, Polres Temanggung akan meningkatkan patroli dini hari. Terutama pada jam-jam rawan untuk mencegah aksi kekerasan jalanan. “Polres Temanggung akan lebih menggiatkan lagi patroli dini hari untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, lanjut Didik, kepolisian rutin melakukan sosialisasi dan imbauan ke sekolah-sekolah. Edukasi ini agar pelajar memahami risiko hukum dan bahaya aksi kekerasan jalanan.

“Imbauan dilakukan secara rutin di sekolah-sekolah. Kepolisian juga mengimbau orang tua untuk ikut mengawasi aktivitas anak-anaknya, guna mencegah keterlibatan dalam aksi berbahaya itu," tambah Didik. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#konvoi remaja #bersajam #Motif #meresahkan #AKP Didik Tri Wibowo