RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Serapan pupuk di Kabupaten Temanggung melonjak tajam pada awal tahun 2026.
Tercatat, penggunaan pupuk pada Januari mencapai 1.600 ton. Angka itu jauh di atas kebutuhan rata-rata bulanan sekitar 600 ton. Kendati demikian, ketersediaan pupuk dipastikan masih aman untuk mendukung musim tanam.
Lonjakan serapan tersebut terungkap saat Bupati Temanggung Agus Setyawan, meninjau gudang milik Pupuk Indonesia di Temanggung, belum lama ini.
“Stok pupuk di Temanggung aman dan mampu memenuhi kebutuhan petani hingga satu bulan ke depan, bahkan sampai menjelang Idul Fitri,” kata Agus.
Ia menegaskan, ketersediaan pupuk menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah. Terutama, di tengah musim tanam yang sedang berlangsung.
"Ketersediaan pupuk ini penting untuk petani. Jangan sampai petani kalang kabut mencari pupuk di musim tanam ini," tegasnya.
Agus berharap, ketersediaan pupuk yang terjaga dapat memastikan musim tanam berjalan optimal. Sehingga produksi pertanian tetap stabil dan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Jangan khawatir soal stok. Selama distribusi terkendali, petani di Temanggung pasti dapat pupuk sesuai jatahnya," katanya.
Sementara, Kepala Perwakilan Pupuk Indonesia Kabupaten Temanggung, Subarkah menjelaskan saat ini stok pupuk yang tersedia mencapai 385 ton untuk pupuk urea.
Lalu sebanyak 750 ton untuk pupuk jenis NPK. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi kebutuhan petani, bahkan melebihi rata-rata kebutuhan bulanan.
“Serapan Januari memang cukup tinggi, mencapai 1.600 ton. Tapi kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk stok penyangga di gudang wilayah Magelang dan Wonosobo,” jelasnya.
Selain itu, pasokan tambahan juga sedang dalam proses distribusi dari Cilacap dan segera dikirim ke Temanggung. Subarkah memastikan, distribusi pupuk tetap berjalan lancar meski di tengah musim penghujan.
Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung.
Termasuk melakukan penyaluran pupuk agar tepat sasaran sesuai kebutuhan lahan dan petani.
"Kami juga tetap koordinasi dengan dinas terkait. Karena pupuk kan jadi kebutuhan vital pertanian," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo