Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Wajib Vegetarian Sebelum Bersihkan Rupang Dewa di Kelenteng Cahay Sakti Temanggung

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 15 Februari 2026 | 16:11 WIB
Gotong royong membersihkan rupang atau patung dewa di Kelenteng Tri Dharma Cahaya Sakti, Temanggung, Sabtu (14/2/2026).
Gotong royong membersihkan rupang atau patung dewa di Kelenteng Tri Dharma Cahaya Sakti, Temanggung, Sabtu (14/2/2026).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Tradisi unik dijalani umat Tri Dharma Kelenteng Tri Dharma Cahaya Sakti, Temanggung.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577, umat yang bertugas membersih rupang dewa wajib vegetarian.

Mereka diwajibkan menjalani pola makan vegetarian selama tiga hari, sebelum membersihkan rupang atau patung dewa. Hal itu sebagai bentuk penyucian diri.

Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma Cahaya Sakti, Edwin Nugraha, mengatakan, aturan tersebut bukan sekadar tradisi.

Melainkan  sarat makna spiritual mendalam. Namun, aturan ini hanya dilakukan oleh petugas pembersih rupang.

“Khusus petugas yang membersihkan rupang. Jadi harus vegetarian selama tiga hari. Ini sebagai bentuk penghormatan dan penyucian diri sebelum menyentuh rupang para dewa,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Ritual pembersihan rupang, lanjut Edwin, menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan Imlek.

Pembersihan patung dewa secara fisik, menggunakan air bunga dan wewangian. Dalam prosesi ini, umat juga diharapkan membersihkan batin dan pikiran.

“Puasa vegetarian ini melambangkan pembersihan jiwa, sehingga umat dalam kondisi suci saat menjalankan ritual,” lanjutnya.

Tradisi vegetarian dan bersih rupang ini terus dilestarikan. Hal itu sebagai bagian dari warisan spiritual dan budaya umat Tri Dharma di Temanggung.

Serta menjadi simbol kesiapan lahir dan batin dalam menyambut tahun yang baru.

Sementara seorang jemaat, Talia, mengatakan, kegiatan bersih kelenteng juga menjadi momen refleksi diri bagi umat Tri Dharma.

Ia memaknai momentum ini untuk membersihkan hati dan menjauhkan diri dari iri dan dengki.

“Kami juga menjauhkan diri dari pikiran negatif menjelang tahun baru,” katanya.

Tradisi menjelang Imlek ini, sekaligus menjadi pengingat, bahwa pergantian tahun bukan hanya perayaan. Tetapi juga momentum memperbaiki diri. Selain bermakna spiritual, tradisi ini juga mempererat kebersamaan antar jemaat. 

Kegiatan bersih-bersih dilakukan secara gotong royong oleh seluruh komunitas. Dimulai dari generasi muda hingga orang tua.

“Semua dilakukan bersama-sama. Ini bagian dari kebersamaan kami dalam menyambut Imlek dengan penuh suka cita dan harapan baru,” tambah Talia. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#vegetarian #rupang #imlek 2557 #kelenteng tri dharma cahaya sakti