Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Longsor di Gemawang Temanggung, Lima Kendaraan Sempat Terjebak, Warga Gotong-Royong Bersihkan Material secara Manual

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 15 Februari 2026 | 15:26 WIB
Petugas gabungan gotong-royong membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju Desa Tlogowungu, Desa Muncar, Gemawang, Minggu (15/2/2026).
Petugas gabungan gotong-royong membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju Desa Tlogowungu, Desa Muncar, Gemawang, Minggu (15/2/2026).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Warga bersama petugas gabungan gotong-royong membersihkan material longsor yang menutup total akses jalan menuju Dusun Tlogowungu, Desa Muncar, Kecamatan Gemawang, Minggu pagi (15/2//2026).

Pembersihan dilakukan secara manual karena alat berat belum tiba di lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, kegiatan pembersihan dimulai sekitar pukul 08.30.

Prosesnya melibatkan unsur BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

“Proses pembersihan dilakukan secara gotong-royong, namun masih terkendala karena alat berat belum datang. Untuk sementara dilakukan seadanya sambil menunggu alat berat agar akses jalan bisa segera dibuka,” ujarnya saat dihubungi.

Data dari BPBD Temanggung, longsor terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.30. Peristiwa itu terjadi usai hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Material longsor berasal dari lahan Perhutani di tepi jalan menuju Dusun Tlogowungu.

Terdapat tiga titik longsor dengan dimensi cukup besar. Di antaranya, titik pertama sepanjang 12 meter, dengan tinggi 6 meter, dan tebal 1,5 meter. Lalu titik kedua sepanjang 4 meter, tinggi 5 meter, dan tebal 1 meter. Selanjutnya, titik ketiga sepanjang 6 meter, tinggi 10 meter, dan tebal 4 meter.

"Jadi material tanah dan tebing yang runtuh itu menutup total badan jalan. Sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," jelas Totok.

Akibat longsor tersebut, sebanyak lima kendaraan sempat terjebak. Terdiri dari dua truk dan tiga mobil pribadi. Selain itu, sebanyak 225 kepala keluarga atau 914 jiwa terdampak karena akses utama mereka terputus.

“Penanganan membutuhkan alat berat, karena tidak memungkinkan jika hanya mengandalkan tenaga manusia. Apalagi ada tiga titik longsor dengan volume besar,” jelas Totok.

Meski menimbulkan dampak cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

Saat ini, BPBD bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat proses evakuasi material longsor. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Gemawang #longsor #alat berat #akses jalan tertutup #gotong royong #BPBD Temanggung #totok nursetyanto