Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Organda Temanggung Dukung TransJateng, Namun Minta Pengusaha dan Awak Angkutan Lokal Ikut Dilibatkan

Lis Retno Wibowo • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:13 WIB
Ketua DPC Organda Temanggung Sutrisno.
Ketua DPC Organda Temanggung Sutrisno.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Temanggung mendukung rencana operasional TransJateng di wilayah Temanggung–Magelang yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2027.

Meski demikian, Organda berharap pelaksanaan program tersebut, tetap melibatkan pengusaha dan awak angkutan lokal.

Ketua DPC Organda Temanggung Sutrisno, mengatakan, pihaknya telah mengikuti sosialisasi dari Dinas Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenai rencana tersebut.

Bahkan, Organda juga telah mengundang para pengusaha angkutan dan perwakilan awak kendaraan melalui ketua-ketua jalur untuk menyamakan persepsi.

“Awalnya memang ada yang menolak karena khawatir terdampak. Tapi setelah kami beri penjelasan tentang programnya, alhamdulillah hasil rapat semuanya bisa menerima dan mendukung,” ujar Sutrisno, Jumat (13/2/2026).

Sutrisno menjelaskan, dalam mekanisme yang disosialisasikan, ada skema konsesi bagi pengusaha angkutan yang ingin bergabung dalam sistem TransJateng. Akan  ada penyesuaian trayek sebagai bagian dari integrasi layanan.

Organda berharap pengusaha angkutan yang selama ini sudah melayani masyarakat tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan armada.

“Harapannya tentu pengusaha yang sudah lama melayani masyarakat diutamakan. Jangan sampai mereka justru tersisih,” tegasnya.

Mengenai teknis armada dan persyaratan, lanjut Sutrisno, masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah provinsi.

Kendati demikian, komunikasi antara Organda, Dishub, dan Pemprov disebut berjalan terbuka.

Selain pengusaha, Organda juga menaruh perhatian terhadap nasib para sopir dan awak angkutan. Karena keduanya akan terdampak perubahan sistem transportasi.

“Harapan kami, sopir-sopir yang selama ini bersinggungan dengan trayek tersebut tetap dilibatkan dalam operasional TransJateng. Jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan,” katanya.

Menurut Sutrisno, keberadaan TransJateng sebagai program pemerintah provinsi tentu bertujuan meningkatkan pelayanan transportasi publik. Namun, ia menekankan, transformasi sistem harus tetap memperhatikan aspek sosial dan ekonomi para pelaku transportasi lokal.

Organda Temanggung memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan provinsi. Agar implementasi TransJateng pada 2027, dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak di kalangan pelaku angkutan darat.

“Pada prinsipnya kami mendukung program pemerintah. Tapi kami juga ingin ada solusi yang adil bagi pengusaha dan sopir di Temanggung,” tambah Sutrisno. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#awak angkutan lokal #pengusaha #DPC Organda Temanggung #Transjateng