Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Satlantas Temanggung Cek Jalur Rawan Kecelakaan di Bejen, Fokus Perbaikan Keselamatan Jalan

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 9 Februari 2026 | 17:20 WIB
Satlantas Polres Temanggung bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah dan instansi terkait, mengecek jalur rawan laka di Bejen, Temanggung.
Satlantas Polres Temanggung bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah dan instansi terkait, mengecek jalur rawan laka di Bejen, Temanggung.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Satuan Lalu Lintas Polres Temanggung melakukan survei langsung terhadap ruas jalan rawan kecelakaan di Kecamatan Bejen dan kawasan Bulu–Parakan. 

Survei tersebut dilakukan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah dan instansi terkait. Itu sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kasatlantas Polres Temanggung, AKP Yosra Meidicta Mandung, menjelaskan, ruas jalan Bejen tidak termasuk titik black spot.

Namun, di lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan akibat kondisi medan jalan dan infrastruktur pendukung yang belum optimal.

“Di Bejen itu bukan titik black spot, tetapi ada beberapa kali kejadian kecelakaan. Medannya berupa turunan panjang, kondisi jalan berlubang, dan kualitas jalan yang kurang baik,” ujar AKP Yosra, Senin (9/2/2026).

Selain kondisi jalan, lanjut AKP Yosra, pihaknya juga menemukan minimnya penerangan jalan umum di kawasan tersebut.

Temuan ini langsung disampaikan kepada Dirlantas Polda Jawa Tengah saat survei lapangan. Termasuk rekomendasi perbaikan karena ruas tersebut merupakan jalan provinsi.

“Untuk jalan provinsi, kami sudah menyampaikan agar dilakukan penyuratan resmi ke pemerintah provinsi dan ditembuskan ke Ditlantas. Kami juga terus bersurat setiap ada temuan agar ada bukti upaya dan tindak lanjut,” jelasnya.

AKP Yosra juga menyoroti fungsi jalur penyelamat di wilayah Bejen yang sempat tidak optimal akibat kurangnya perawatan. Ia menyebut, salah satu kejadian kecelakaan, kendaraan yang masuk jalur penyelamat masih melaju hingga ujung jalur.

“Seharusnya jalur penyelamat bergelombang untuk menahan laju kendaraan, namun kemarin kondisinya kurang terawat. Kami langsung menyurati Dinas PU Provinsi dan alhamdulillah dalam satu minggu sudah diperbaiki. Sekarang kondisinya sudah kembali berfungsi normal,” katanya.

Sementara itu, untuk wilayah Bulu, khususnya di sekitar terowongan jalur Bulu–Parakan, ia menyebut masih sering terjadi kendaraan yang bablas atau salah jalur. Padahal di lokasi itu rambu lalu lintas sebenarnya sudah terpasang.

“Rambu sebenarnya sudah ada, baik dari arah kota maupun dari luar daerah. Tapi masih banyak pengendara yang nekat atau tidak memperhatikan. Terutama pengendara dari luar kota yang belum mengenal medan,” ungkapnya.

Selain itu, Satlantas Polres Temanggung juga telah menyurati instansi terkait mengenai minimnya penerangan di kawasan tersebut. Namun, hingga kini masih terkendala anggaran, terutama karena pengajuan dilakukan menjelang akhir tahun.

“Setiap kekurangan kami langsung bersurat. Setidaknya dari kepolisian sudah ada upaya dan rekomendasi. Tinggal menunggu tindak lanjut dari pihak terkait,” tegasnya.

Polres Temanggung mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas. Kemudian menyesuaikan kecepatan kendaraan, terutama di jalur turunan dan kawasan rawan kecelakaan, guna menghindari risiko fatal di jalan raya. 

"Kami imbau untuk pengendara agar tertib berlalu lintas. Termasuk mematuhi rambu-rambu dan perlengkapan berkendara yang lengkap," tambahnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kasatlantas Polres Temanggung AKP Yosra Meidicta Mandung #bejen #blackspot #AKP Yosra Meidicta Mandung #dirlantas polda jawa tengah #survei jalur kecelakaan