RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung menjadi salah satu daerah yang menginisiasi gerakan gotong royong antar-pemerintah daerah. Utamanya untuk pemulihan pendidikan pascabencana di Aceh Tamiang.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menjelaskan alasannya fokus menyasar sektor pendidikan.
Ia menilai, dalam situasi darurat bencana, pendidikan sering kali menjadi jalur sepi. Sehingga kurang mendapat perhatian cepat dibandingkan bantuan kebutuhan pokok.
"Seringnya kita sedikit lupa kalau ada sekolah-sekolah yang tertimbun lumpur dan anak-anak yang bingung mau belajar di mana. Saya ingin bantuan dari warga Temanggung ini mengisi ceruk 'jalur sepi' itu," tegas Agus, Selasa (27/1/2026).
Ia menyebut, membenahi gedung sekolah bukan sekadar urusan fisik, melainkan kunci utama untuk menghilangkan trauma yang dialami anak-anak pascabencana.
Ia percaya bahwa lingkungan kelas yang bersih dan layak mampu mengembalikan keceriaan serta semangat belajar siswa.
"Trauma bencana itu bisa sembuh kalau mereka sudah kembali kumpul bareng teman-temannya di kelas yang bersih dan nyaman. Jadi, kami di sini bukan cuma mau mengecat tembok di kelas, tapi ingin memancing lagi senyum anak-anak kita," tandas Agus.
Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, mengatakan, Temanggung sebagai inisiator yang mengawali proses pembersihan di tiga satuan pendidikan. Di antaranya di SDN Pahlawan, SDN Upah, dan TK Pahlawan.
"Temanggung merupakan inisiator. Salah satu yang mengawali dan menyemangati kita. Mudah-mudahan dukungan Bupati Temanggung dan masyarakatnya menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain untuk bersama-sama bergotong royong," ujar Sepriyanto
Ia mengungkapkan, dari total 458 sekolah di Aceh Tamiang, tercatat 389 satuan pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP terdampak bencana hidrometeorologi.
Mayoritas sekolah tersebut mengalami kerusakan sarana prasarana yang memerlukan penanganan cepat.
"Hampir semua sekolah ini kondisinya berlumpur dan mebeler-nya (furnitur) rusak. Perlu dukungan bersama untuk membenahi dan membersihkan agar proses pembelajaran bisa normal kembali. Mohon doanya, semangati kami bangkit," ungkapnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo