RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Fluktuasi harga hasil pertanian yang kerap merugikan petani di Kabupaten Temanggung, mulai mendapat jawaban lewat pemanfaatan teknologi plasma berbasis ozon (O3).
Inovasi itu diperkenalkan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang kepada kelompok tani di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Undip Semarang, Firmansyah mengatakan, inovasi ini sebagai solusi penanganan pasca panen hortikultura dan buah-buahan.
Dengan sistem cold storage berkapasitas dua ton yang dilengkapi generator plasma ozon, produk pertanian dapat disimpan lebih lama tanpa kehilangan kualitas.
"Ini memanfaatkan gas ozon sebagai disinfektan alami. Prosesnya cukup sederhana, yakni dengan merendam hasil panen selama lima hingga sepuluh menit," katanya.
Firmansyah menyebut, ozon mampu membunuh mikroorganisme penyebab pembusukan sekaligus menghilangkan residu pestisida. Keunggulannya, tidak meninggalkan residu berbahaya karena mudah terurai menjadi oksigen.
Dengan perlakuan tersebut, produk pertanian dapat bertahan segar hingga satu bulan.
“Petani biasanya terpaksa menjual cepat karena takut busuk. Dengan teknologi ini, panen bisa disimpan lebih lama sambil menunggu harga membaik,” tambah Firmansyah.
Selain menekan risiko kerugian, plasma ozon juga meningkatkan nilai jual produk. Hasil pertanian yang telah melalui proses ozonisasi dinilai lebih bersih, aman, dan mendekati standar produk organik, sehingga dapat diterima pasar modern dengan harga lebih tinggi.
“Produk yang sebelumnya dijual Rp25 ribu bisa meningkat menjadi Rp35 ribu hingga Rp50 ribu. Nilai tambah inilah yang penting bagi kesejahteraan petani,” ujar Firmansyah.
Sementara Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menilai teknologi plasma ozon sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas pendapatan petani. Itu sekaligus mengurangi gejolak harga di pasaran.
“Dengan skema ini, petani punya pilihan untuk menyimpan hasil panen saat harga rendah dan menjualnya ketika harga kembali normal. Ini membantu menjaga pendapatan petani dan menekan fluktuasi harga,” kata Agus.
Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana mengembangkan penerapan teknologi tersebut dengan mengusulkan pengadaan alat plasma ozon melalui APBD 2026, khususnya di wilayah sentra hortikultura.
“Jika terbukti efektif membantu petani, Pemkab Temanggung siap mendukung penyediaan alat ini di beberapa titik. Harapannya, ini menjadi solusi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tandas Agus. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo