RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Program ketahanan pangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung tak hanya menghasilkan panen.
Program ini juga menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan. Salah satunya dirasakan Bekti Ramadani, warga binaan yang terlibat langsung dalam budidaya bawang merah di lahan rutan.
Pria 26 tahun itu, mengaku senang mengikuti kegiatan pertanian tersebut. Karena memberikan pengalaman berharga selama menjalani masa pembinaan.
Aktivitas bercocok tanam membuat dirinya merasa lebih produktif dan tidak sekadar menjalani hukuman.
“Saya senang mengelola ini, rasanya seperti tidak dihukum. Bisa mengolah tanah dan belajar budidaya pertanian maupun perikanan,” ujarnya Senin (26/1/2026).
Bekti yang sebelumnya sebagai petani ini mengatakan, budidaya bawang merah menjadi pengalaman baru baginya. Ia berencana menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Nanti kalau sudah keluar, saya ingin fokus di pertanian. Bawang merah ini potensinya besar dan bisa jadi referensi selain cabai,” katanya.
Kepala Rutan Kelas IIB Temanggung, Hendra Prasetya, mengatakan, program ketahanan pangan tersebut merupakan bagian dari dukungan rutan terhadap kebijakan pemerintah. Itu termasuk dalam 15 program akselerasi pemasyarakatan.
“Program ini melibatkan warga binaan sebagai wujud pembinaan kemandirian. Tujuannya agar mereka punya bekal keterampilan dan bisa mandiri setelah bebas,” jelasnya.
Adapun lahan yang digunakan sebelumnya, merupakan lahan tidur di samping rumah dinas rutan. Dengan dukungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), lahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah.
“Di lahan ini kami tanam bawang merah varietas batu ijo dengan bibit awal sekitar 50 kilogram. Alhamdulillah, hasil panen pagi ini mencapai 450 kilogram,” ungkap Hendra.
Selain bawang merah, program ketahanan pangan mencakup budidaya sayuran dan peternakan. Di luar area rutan terdapat tanaman sawi dan bawang merah.
Sementara di dalam lingkungan rutan dikembangkan terong, ikan lele, ayam petelur, hingga entok. Hendra membeberkan, seluruh kegiatan pertanian dan peternakan, mendapat pendampingan dari DKPPP.
Termasuk penyuluhan sejak masa tanam hingga panen. Ke depan, Rutan Temanggung berencana melanjutkan kembali penanaman bawang merah karena dinilai memberikan hasil yang positif.
Hendra berharap, program ini bisa menjadi sarana pembinaan yang efektif. Selain itu, membuka peluang baru bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
“Hasil panen sebagian kami sisihkan untuk bibit kembali. Lalu sebagian lagi dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan lima persen kebutuhan bahan makanan di rutan,” tandas Hendra. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo