Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pembebasan Lahan Selesai, DPUPR Temanggung Segera Bangun Jembatan Seseh Gemawang Senilai Rp 700 Juta

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 8 Januari 2026 | 19:26 WIB
KRUSIAL : Bupati Temanggung Agus Setyawan meninjau lokasi longsor di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, Gemawang.
KRUSIAL : Bupati Temanggung Agus Setyawan meninjau lokasi longsor di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, Gemawang.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung menuntaskan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Seseh di Kecamatan Gemawang.

Penyelesaian pembebasan lahan ini menjadi langkah krusial dalam upaya penanganan permanen akses jalan antardesa yang selama ini rawan terputus akibat bencana tanah longsor.

Jembatan Seseh berada pada ruas Dalangan–Gemawangan yang menghubungkan Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang.

Jalur tersebut selama ini menjadi akses vital warga untuk kegiatan ekonomi, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung Hendy Wahyu Nurhidayat mengatakan, setelah pembebasan lahan rampung, Pemkab telah merealisasikan pembangunan Jembatan Seseh dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta.

“Pembangunan jembatan sudah dilaksanakan, dan saat ini fokus kami adalah penyelesaian trase jalan sebagai penghubung utama agar akses bisa segera difungsikan,” jelas Hendy Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, trase jalan baru di Dusun Seseh dirancang sebagai pengganti jalur darurat yang beberapa kali mengalami longsor, khususnya pada 2019 dan 2022.

Jalur darurat tersebut kembali terputus total akibat cuaca ekstrem pada awal Januari 2026.

Kendati begitu, Hendy mengakui, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam pembangunan lanjutan.

Maka, Pemkab Temanggung bersama BPBD telah mengajukan permohonan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat melalui BNPB. Meski saat ini masih dalam tahap tindak lanjut kajian teknis.

"Selain pembangunan jalan dan jembatan, Pemkab juga melakukan penanganan sementara pada infrastruktur pendukung lain.

Seperti perbaikan saluran irigasi Gondang yang terdampak longsor melalui pipanisasi sepanjang sekitar 50 meter," tambah Hendy.

Hendy menambahkan, dengan rampungnya pembebasan lahan dan pembangunan Jembatan Seseh, akses transportasi di Gemawang dapat lebih aman dan berkelanjutan.

Hal ini juga akan meminimalkan risiko terputusnya jalur akibat bencana alam di masa mendatang.

Terpisah, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, pembangunan Jembatan Seseh merupakan bagian dari solusi jangka panjang.

Karena  menggantikan jalur darurat yang kerap mengalami longsor sejak beberapa tahun terakhir.“Pembebasan lahan sudah kami selesaikan.

Ini menjadi dasar penting agar pembangunan infrastruktur bisa dilakukan secara permanen dan aman bagi masyarakat,” kata Agus Setyawan saat meninjau lokasi longsor di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi.

Agus juga mengintruksikan lintas sektor untuk melakukan percepatan pemulihan akses jalan antardesa di Kecamatan Gemawang, yang terputus akibat longsor.

Ia menerjunkan dua unit alat berat berupa backhoe dan alat pemadat material dari DPUPR untuk percepatan penanganan bencana.

"Kami mengakui akibat bencana ini, aktivitas sekolah terganggu, begitu pula denyut ekonomi harian warga karena jalur transportasi utama terputus total. Saya pastikan pembenahan trase jalan yang melintasi Jembatan Seseh dipercepat agar segera bisa dilalui," tandas Agus. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#jembatan seseh #DPUPR Temanggung #Gemawang #Bupati Temanggung Agus Setyawan #longsor #Hendy wahyu noerhidayat