Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Akses Jalan Putus Akibat Longsor, Puluhan Siswa SD di Dusun Seseh Gemawang Temanggung Dijemput Armada BPBD

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:25 WIB
Siswa-siswi SD asal Dusun Seseh di Desa Ngadisepi dan Desa Kemiriombo dijemput armada BPBD dan SAR untuk berangkat sekolah, Rabu (7/1).
Siswa-siswi SD asal Dusun Seseh di Desa Ngadisepi dan Desa Kemiriombo dijemput armada BPBD dan SAR untuk berangkat sekolah, Rabu (7/1).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Puluhan siswa di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang, Temanggung, terpaksa dijemput dan diantar menggunakan angkutan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan SAR untuk berangkat ke sekolah.

Langkah ini dilakukan, menyusul terputusnya akses jalan Desa Ngadisepi-Kemiriombo, akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Puluhan siswa SD dan MI tampak senang mendapat angkutan gratis dari BPBD dan SAR Temanggung ini. Mereka menunggu sejak pukul 6.30 pagi di titik penjemputan. Rata-rata para siswa bersekolah di SDN 2 Gemawang dan MI Gemawang. 

Mereka tersenyum sumringah saat diantarkan menggunakan angkutan gratis. Menempuh sekitar setengah jam perjalanan, para siswa akhirnya sampai di sekolahnya masing-masing.

"Kalau pakai angkutan begini cuma setengah jam perjalanan. Tapi memang jalannya memutar lebih dari 10 kilometer," aku Isnawati, 30, warga Dusun Seseh sekaligus orang tua siswa, Rabu (7/1/2026).

Isnawati mengatakan, ia merasa lega karena sudah ada angkutan antar jemput untuk anaknya bersekolah.

Lantaran sebelumnya terpaksa meliburkan diri karena jarak sekolah cukup jauh jika melewati jalan memutar. Meski terdapat akses darurat, namun kondisinya berlumpur dan becek.

Wanita 30 tahun ini berharap, akses jalan yang terputus bisa segera diperbaiki. Sehingga anak-anak bisa sekolah dengan aman dan aktivitas warga berlangsung normal.

"Kalau lewat jalan yang longsor itu cuma 5 menit sampai sekolah. Sekarang jadi lega sudah ada yang antar jemput," katanya.

Kepala SD Negeri 2 Gemawang, Lasyuri, mengatakan, longsor menyebabkan jalur penghubung dari Dusun Seseh menuju sekolah tidak dapat dilalui, terutama untuk anak-anak. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.

 Apalagi hampir 50 persen siswa SDN 2 Gemawang berasal dari Dusun Seseh. Alhasil, saat akses jalan terputus, pembelajaran sempat dilakukan secara daring selama dua hari.

"Dari total 101 siswa, hampir 50 persennya berasal dari Dusun Seseh. Sejak Senin itu pembelajaran daring, karena akses siswa terputus. Alhamdulillah, mulai Rabu (7/1/2026) ini, anak-anak bisa kembali masuk sekolah dengan bantuan angkutan dari BPBD,” ujar Lasyuri.

Lasyuri menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah bersama wali murid telah bersepakat mencari solusi sementara. Itu termasuk gotong royong menggunakan kendaraan desa. Namun, atas arahan Pemerintah Kabupaten Temanggung, penjemputan siswa akhirnya ditangani langsung oleh BPBD demi keselamatan.

“Jalan yang putus ada dua titik. Yang kedua benar-benar tidak bisa dilewati dan cukup berbahaya. Karena itu, untuk sekolah ini jam masuk kami undur menjadi pukul 08.00 dan siswa dipulangkan lebih awal sekitar pukul 11.00 siang,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan, penjemputan siswa dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat pascalongsor di wilayah Gemawang. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 3 minggu ke depan, hingga akses jalan darurat selesai diperbaiki.

“Kami membantu menjemput dan mengantar siswa SD dari Desa Ngadisepi dan Desa Kemiriombo yang bersekolah di Gemawang. Penjemputan dilakukan setiap hari pukul 07.00 WIB dan diantar pulang sekitar pukul 11.00 WIB,” kata Totok.

BPBD mengerahkan dua armada untuk mengangkut sekitar 50 siswa dengan rute memutar sejauh kurang lebih 14 kilometer. 

“Untuk jangka pendek, akan dibuat trase jalan baru yang diperkeras agar bisa dilalui sepeda motor. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan Badan Geologi karena wilayah ini rawan longsor,” tandas Totok. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#mobil #Gemawang #BPBD #longsor #dijemput dan diantar #jalan putus #sar