RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sepanjang 2025, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Temanggung mencatat 92 kejadian kebakaran. Kegagalan instalasi listrik menjadi penyebab kebakaran terbanyak, yakni 31 kejadian.
Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan, dan Evakuasi Kebakaran Damkar Temanggung, Edi Irwanto mengatakan, kasus kebakaran yang terjadi sepanjang 2025 mengalami penurunan dibanding tahun 2024 sebanyak 107 kejadian.
Peristiwa itu tersebar merata di sejumlah kecamatan di Kabupaten Temanggung.
"Untuk kejadian kebakaran memang menurun. Mungkin karena kemarau basah. Lalu kami gencar sosialisasi ke desa-desa soal penanganan awal kebakaran," ungkap Edi saat dihubungi, Senin (5/1/2025).
Meski begitu, kerugian materiil akibat kebakaran di tahun lalu mencapai Rp 30,9 miliar.
Berdasarkan akumulasi dari total kejadian. Edi melanjutkan, penyebab kebakaran yakni kegagalan instalasi listrik sebanyak 31 kejadian. Disusul tungku maupun kompor dapur yang lupa dimatikan oleh pemilik rumah sebanyak 29 kejadian.
"Penyebab lainnya seperti mesin pabrik error, warga bakar sampah tidak ditunggui, sampai kebocoran tabung gas," lanjutnya.
Saat ini, terdapat 3 pos pemadam kebakaran. Terdiri dari Mako Induk Damkar di Maron, kemudian Pos Damkar Pringsurat dan Pos Damkar Candiroto.
Edi mengatakan, keberadaan pos damkar ini belum memadai soal kebutuhan penanganan kebakaran. Terlebih, wilayah Temanggung didominasi perbukitan.
"Karena di Permendagri harusnya satu kecamatan satu pos damkar. Kami juga sudah mengusulkan untuk dibangun pos damkar di Parakan, tapi karena terkendala anggaran jadi belum terealisasi," katanya.
Selain itu, armada damkar yang rusak turut menjadi kendala dalam penanganan kebakaran. Terlebih mobil damkar yang dimiliki sudah berusia cukup lama.
"Armada yang ada sudah lebih 10 tahun usianya. Lalu akses jalan kurang memadai hingga pompa damkar juga jadi kendala. Pernah pas di Wonoboyo itu akses jalannya sempit, armada tidak bisa masuk. Jadi kami lakukan pemadaman manual," jelas Edi.
Edi berharap, ada penambahan pos damkar maupun armada. Sehingga, penanganan bisa maksimal dan tidak terjadi kebakaran lebih luas di lokasi kejadian.
Ia juga mengimbau, agar masyarakat bisa lebih hati-hati dalam beraktivitas soal kelistrikan. Termasuk mematikan instalasi listrik maupun tungku/kompor saat pergi dari rumah. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo