RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Tanah longsor terjadi di Desa Gemawang, Kecamatan Gemawang, Jumat (2/1/2025) malam.
Bencana tersebut, tidak hanya berdampak pada terputusnya akses jalan antardesa.
Namun juga mengancam keberlangsungan lahan pertanian warga akibat rusaknya saluran irigasi utama.
Kepala BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan, longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.
Material longsoran ketinggian 50 meter dan lebar 15 meter.
Longsor tersebut menutup jalur darurat penghubung Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang.
"Bahkan, pada Sabtu (3/1/2025) juga terjadi longsor susulan di lokasi yang sama," katanya saat dikonfirmasi.
Selain memutus akses mobilitas warga, longsor juga merusak saluran irigasi Gondangan yang selama ini mengairi area persawahan.
Berada di Desa Gemawang dan Desa Krempong dengan luasan mencapai 500 hektare sawah.
Kerusakan saluran irigasi tersebut dikhawatirkan berdampak pada aktivitas pertanian jika tidak segera ditangani.
“Area longsor membentang kurang lebih 80 meter dari titik utama, dan senderan irigasi Gondangan terindikasi mengalami retak serta pergeseran. Hingga tengah malam kondisi tanah masih bergerak, sehingga potensi longsor susulan tetap ada,” jelas Totok.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, total kerugian materiil mencapai Rp102.285.000.
Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, BPBD bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat telah melakukan peninjauan lokasi serta memasang rambu peringatan di sekitar area rawan.
Totok menambahkan, langkah mitigasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah longsor susulan. Mengingat curah hujan masih tinggi.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar lokasi longsor sampai kondisi dinyatakan aman.
"BPBD Temanggung memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Termasuk upaya pemulihan akses jalan dan perbaikan saluran irigasi agar aktivitas warga dan pertanian dapat kembali berjalan normal," tambah Totok.
Sebelumnya, di wilayah tersebut juga terjadi longsor pada 2019. Kemudian longsor kembali lagi di wilayah yang sama pada 2022 dan mengakibatkan badan jalan hilang.
Jalan Gemawang-Kemiriombo juga sudah ditinjau oleh DPRD Temanggung untuk mendapat alokasi dana pembangunan.
Bahkan, pemerintah daerah sudah menganggarkan dua kali. Dana tersebut untuk pembebasan lahan di jalan yang longsor lalu penganggaran pembuatan trase awal jalan dan jembatan.
Namun, memerlukan biaya lebih banyak. Sehingga perlu koordinasi dengan BNPB lantaran butuh kajian geologi. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo