Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tahun 2026, Industri Garmen Skala Besar Bakal Masuk ke Temanggung Nilai Investasi hingga Rp 500 Miliar

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 4 Januari 2026 | 21:01 WIB

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Kabupaten Temanggung diproyeksikan memasuki babak baru penguatan ekonomi daerah pada tahun 2026.

Ditandai dengan masuknya investasi besar di sektor garmen. 

Pemerintah daerah optimistis investasi tersebut akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Sekaligus penyerapan tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei, menerangkan, meski realisasi investasi tahun 2025 telah mencapai target, pihaknya tetap melakukan penjaringan investor hingga akhir tahun. 

Fokus utama justru diarahkan pada awal 2026, seiring naiknya target investasi daerah yang dipatok mendekati Rp2,2 triliun.

“Untuk tahun 2026, kami melihat potensi investasi baru yang cukup besar, salah satunya dari sektor garmen berskala industri,” ujar Dwi.

Ia mengungkapkan, satu perusahaan garmen dipastikan akan menanamkan modalnya di Temanggung dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp450 miliar hingga Rp500 miliar.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi garmen olahraga yang ditujukan untuk pasar ekspor.

Saat ini, lanjut Dwi, proses investasi masih berada pada tahap penyelesaian administrasi pertanahan.

Namun, progresnya menunjukkan perkembangan positif dan dinilai semakin mendekati tahap realisasi.

“Perusahaan ini bergerak di bidang garmen olahraga untuk pasar ekspor. Progresnya semakin baik dan kami optimistis bisa terealisasi pada 2026,” katanya.

Masuknya investasi garmen skala besar tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi salah satu penopang utama investasi di Temanggung.

Selain industri makanan, perdagangan, jasa reparasi, serta hotel dan restoran. Sektor-sektor tersebut dikenal memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi.

Dwi menambahkan, iklim investasi di Temanggung relatif kondusif. Seluruh jenis usaha yang telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).

Termasuk usaha mikro seperti kafe dan restoran kecil, secara otomatis tercatat dalam sistem investasi daerah, sehingga mempermudah pemetaan dan pengembangan investasi.

"Jadi proyeksi masuknya investasi garmen itu, diharapkan Temanggung bisa memperkuat posisinya sebagai daerah tujuan investasi industri di Jawa Tengah pada 2026, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal," tambah Dwi. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#investasi #industri garmen #DPMPTSP Kabupaten Temamggung #Dwi Sukarmei