RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Gerakan kemanusiaan Temanggung Peduli menunjukkan solidaritas nyata terhadap korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Hingga akhir Desember 2025, donasi yang terkumpul mencapai Rp1.249.827.009. Dana dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan sekolah darurat di Aceh Tamiang.
Penggalangan dana ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama berbagai elemen masyarakat.
Mulai dari organisasi keagamaan, lembaga sosial, dunia pendidikan, hingga masyarakat umum.
Donasi dihimpun sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, pembangunan sekolah darurat menjadi prioritas agar anak-anak di wilayah terdampak tetap dapat mengakses pendidikan.
“Alhamdulillah, Temanggung Peduli telah mengumpulkan lebih dari Rp1,2 miliar.
Sebagian dana akan digunakan untuk membangun sekolah darurat di Aceh Tamiang, agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan dan anak-anak tidak kehilangan hak pendidikannya,” ujar Agus (31/12/2025) malam dalam acara Mujahadah dan Doa Bersama Menyambut Tahun Baru 2026.
Agus mengatakan, pendidikan merupakan kebutuhan mendesak selain pemenuhan logistik dan tempat tinggal.
Sekolah darurat diharapkan menjadi solusi sementara yang layak, aman, dan nyaman bagi siswa hingga fasilitas permanen dapat dibangun kembali.
Pada kesempatan tersebut, digelar doa bersama untuk korban bencana alam saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain itu dipanjatkan doa agar Kabupaten Temanggung diberi perlindungan, dijauhkan dari segala bencana.
Termasuk menjadi kabupaten yang aman, nyaman, tentram, penuh keberkahan.
Doa dipimpin kiai kharismatik KH Yakub Mubarok dan diikuti seluruh yang hadir.
“Doa malam ini sebagai wujud empati kepada saudara-saudara kita di Sumatera. Juga bentuk solidaritas atas apa yang sedang dialami.
Doa menjelang pergantian tahun seperti ini dirasa lebih bermanfaat.
Ada kebersamaan ulama dengan umaro yang diyakini bisa membawa Temanggung lebih baik” tambah Agus. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo