RADARMAGELANG.ID, TEMANGGUNG - Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Temanggung menggelar High School Integritax Festival (HSIF) 2025.
Kegiatan diikuti siswa-siswi SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten Temanggung dengan adu kreativitas lewat mural dan cipta baca puisi.
HSIF 2025 menjadi ruang edukasi sekaligus ekspresi kreatif generasi muda dalam menanamkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi sejak dini.
Kepala KPP Pratama Temanggung, Christijanto Wahju Purwoistijoko, mengatakan, festival ini secara khusus menyasar pelajar tingkat menengah atas. Sebagai upaya menggaungkan semangat antikorupsi kepada generasi muda.
“Kami sengaja mengambil segmen anak-anak SMA karena mereka adalah generasi penerus. Hari ini kami memfasilitasi dua kegiatan, yakni lomba mural bertema antikorupsi dan lomba cipta baca puisi,” ujarnya Kamis (18/12/2025).
Christijanto menyebut, pemilihan media mural dan puisi sebagai ajang lomba dilatarbelakangi oleh minimnya ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Hasil karya para peserta pun dinilai melampaui ekspektasi panitia.
“Kreativitas anak-anak ini luar biasa. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi instansi lain di Temanggung untuk memberi ruang ekspresi positif bagi generasi muda,” katanya.
Ia menegaskan, korupsi tidak hanya berkaitan dengan uang, tetapi juga perilaku sehari-hari. Seperti melanggar kewajiban, datang terlambat, pulang sebelum waktunya, hingga menunda pekerjaan. Melalui festival ini, diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih luas tentang makna integritas.
“Korupsi itu musuh bersama dan bisa merusak semua sendi kehidupan. Harapan kami, kegiatan ini menjadi bekal adik-adik untuk membangun generasi muda Temanggung yang antikorupsi,” tegasnya.
Festival yang kali pertama digelar ini mendapat antusiasme tinggi dari sekolah. Tercatat, lebih dari 20 karya dikirimkan untuk lomba mural, dengan 9 finalis terpilih.
Sementara itu, lomba cipta dan baca puisi diikuti 23 peserta, dengan 6 finalis yang lolos ke tahap akhir. Proses penjurian melibatkan seniman dan pihak yang kompeten untuk menjamin objektivitas penilaian.
Pengawas SMK Cabang Dinas Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Heny Taslimah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba mural dan puisi memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter dan profil lulusan pelajar.
“Kegiatan ini sejalan dengan program pendidikan Jawa Tengah, khususnya penguatan nilai integritas, kreativitas, kolaborasi, dan nalar kritis. Puisi dengan bahasa yang singkat namun bermakna mampu melatih kepekaan dan daya kritis anak-anak terhadap persoalan sosial, termasuk korupsi,” ujarnya.
Heny menekankan, integritas harus dimulai dari diri sendiri dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan menambah cabang lomba lain di tahun-tahun mendatang.
“Siapapun pemenangnya, sejatinya kita semua adalah pemenang karena telah menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada generasi muda,” tambahnya.
Selain lomba mural dan puisi, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi perpajakan kepada pelajar. Sebagai bagian dari edukasi kesadaran pajak sejak dini. (dev/lis)
Pemenang Cipta dan Baca Puisi :
Juara 1 : SMA N 3 TMG - Kausar Aufia
Juara 2 : SMK N 2 TMG – Hanifa Diba
Juara 3 : MAS Mu’alimin Kandangan - Muharun
Pemenang Lomba Mural
Juara 1 : SMA N 1 Parakan
Juara 2 : SMA K N Jumo
Juara 3 : SMK 17 Parakan
Editor : Lis Retno Wibowo