RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Menjelang pergantian tahun 2026, permintaan kalender kayu di Kabupaten Temanggung melonjak signifikan.
Salah satu rumah produksi kerajinan kayu (woodcraft) di Desa Madureso, Kecamatan Temanggung, mencatat pesanan lebih dari 600 unit hingga pertengahan Desember 2025.
Kalender kayu buatan perajin lokal ini banyak diminati karena memiliki desain unik, tahan lama, serta ramah lingkungan. Berbeda dengan kalender kertas yang hanya digunakan satu tahun.
Kalender kayu dikenal sebagai kalender abadi karena dapat dipakai dalam jangka panjang. Yakni dengan cara menggeser kotak penanda tanggal, hari, dan bulan.
Di balik tampilannya yang sederhana, proses pembuatan kalender kayu memerlukan ketelatenan dan keterampilan khusus.
Lembaran kayu dipotong menggunakan mesin. Kemudian dirakit dan dihaluskan secara manual hingga menghasilkan produk yang presisi dan bernilai seni.
Pengelola rumah produksi, Bagus Ariyadi, mengungkapkan, lonjakan pesanan selalu terjadi menjelang akhir tahun.
Namun pada 2025, peningkatannya lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Untuk pesanan akhir tahun ini, kalender abadi ukuran kecil sekitar 350 unit dan model bola sekitar 250 unit. Totalnya kurang lebih 600 unit,” ujar Bagus saat ditemui di rumah produksinya, Selasa (16/12/2025).
Menurutnya, pesanan tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Tengah, tetapi juga dari luar daerah seperti Lombok, Bali, dan Jakarta.
Sebagian besar pembeli merupakan pelanggan tetap yang memesan untuk dijual kembali atau dijadikan cendera mata.
"Yang pesan sudah langganan. Banyak juga yang dijual kembali maupun dijadikan cenderamata untuk keluarga," tambah Bagus.
Bagus menyebut, peningkatan pesanan menjelang akhir 2025 mencapai hampir 40 persen dibandingkan bulan-bulan normal.
Ide pembuatan kalender kayu berawal dari pemanfaatan potensi kayu di sekitar lingkungan produksi.
"Kalender ini cukup dibuat sekali dan bisa digunakan terus-menerus,” jelasnya.
Sementara salah satu pembeli, Fathu Rizaq, mengakui keunikan desain kalender kayu tersebut.
"Saya mencari kalender yang beda dan kreatif. Baru kali ini melihat kalender abadi seperti ini, selain unik, harganya juga terjangkau,” akunya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo