Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Sadranan Lintas Agama di Desa Kemiri Kaloran Temanggung, Jaga Tradisi Nenek Moyang

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 16 Desember 2025 | 00:37 WIB
Warga Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Temanggung mengikuti tradisi sadranan Jumat Pon (12/12/2025).
Warga Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Temanggung mengikuti tradisi sadranan Jumat Pon (12/12/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Burung-burung berloncatan di dahan-dahan kopi, saat warga Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran Temanggung, menggelar ritual adat sadranan di komplek makam Eyang Kiai Salam.

Tidak kurang seribu tenong dibawa warga pada ritual yang bertajuk Adat Diruwat Jowo Dijogo tersebut. Tenong tersebut berisi nasi tumpeng dengan ingkung ayam kampung, aneka sayur dan buah, serta jajan pasar.

Sejak pagi warga berduyun menuju ke lokasi ritual adat pada Jumat (12/12/2025).

Mereka duduk di sisi kanan dan kiri jalan lintas desa. Setelah berdoa dipimpin tokoh agama setempat, mereka membuka tenong untuk dinikmati bersama.

Kepala Dusun Kebondalem, Desa Kemiri, Ramlan mengatakan, adat sadranan sebagai agenda tahunan yang digelar pada Jumat Pon, bulan Jumadil Akhir penanggalan Jawa.

Warga yang mengikuti di antaranya dari Dusun Kebondalem dan Dusun Kemiri, Desa Kemiri. "Diperkirakan ada 1000 tenong pada sadranan kali ini," katanya.

Ritual lanjut Ramlan, untuk menjaga dan melestarikan adat nenek moyang. Merti dusun, juga sebagai pengingat pada leluhur.

"Kami mendoakan mereka. Juga bersamaan kita jaga lingkungan dan adat dengan harapan semua warga masyarakat dapat keselamatan," harapnya.

Kades Kemiri, Sugeng Rahadi mengatakan, sadranan diikuti lintas agama, seperti Kristen, Buddha dan Islam.

Inti sadranan adalah ngurui-nguri kebudayaan jawa, dengan Adat Diruwat Jowo Dijogo. Masyarakat lintas agama ini guyub rukun dalam tradisi.

"Ritual sebagai bukti kerukunan umat antar agama Desa Kemiri," tandasnya.

Sugeng menyebut, ritual ini juga menjadi kearifan lokal. Yakni menggabungkan adat dengan pembangunan, adat dengan lingkungan, dan pembangunan harus selaras dengan lingkungan.

"Merti dusun adalah upaya mempertahankan alam agar tetap lestari, namun pembangunan harus tetap jalan," ujarnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Sadranan #lintas agama #Adat #budaya jawa