RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengimbau para pendaki Gunung Sumbing, Sindoro dan Prau agar memperhatikan cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, pihaknya telah membuat siaga darurat terkait cuaca ekstrem ini hingga bulan Februari 2026.
Terkait dengan para pendaki, terutama pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BPBD sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemendagri terkait imbauan-imbauan.
"Untuk cuaca ekstrem ini, khususnya di Kabupaten Temanggung, kami telah membuat siaga darurat sampai akhir bulan Februari 2026," katanya Rabu (10/12/2025).
Di sisi lain, BPBD Temanggung juga terus melakukan koordinasi dengan basecamp pendakian. Termasuk melakukan pengecekan, serta edukasi kepada para pendaki.
"Untuk teman-teman di basecamp, bisa mengedukasi para pendaki terkait SOP pendakian, bagaimana mereka menanyakan kemampuan pendaki, logistik yang dibawa pendaki. Serta jam-jam tertentu yang memperbolehkan melakukan pendakian, itu semua agar lebih diperketat," jelasnya.
Totok memastikan, agar para pendaki wajib mempersiapkan peralatan pendukung, seperti jas hujan, dry bag, pakaian berlapis untuk menjaga suhu tubuh.
Ia juga meminta agar pendaki jangan ragu membatalkan atau menunda pendakian, jika cuaca benar-benar mengkhawatirkan.
"Terkait informasi cuaca pendaki bisa melihatnya di aplikasi BMKG, itu sangat penting dan pendaki wajib memperhatikan cuaca ekstrem. Karena risiko utamanya adalah hipotermia, tersambar petir, dan tanah longsor," tandas Totok. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo