Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

12 Hektare Tanaman Cabai di Temanggung Terserang Virus, Produksi Terancam Turun 40 Persen

Lis Retno Wibowo • Selasa, 9 Desember 2025 | 23:30 WIB
Petani cabai di wilayah Temanggung tengah panen. Musim tanam tahun ini produksi diperkirakan turun karena terserang penyakit.
Petani cabai di wilayah Temanggung tengah panen. Musim tanam tahun ini produksi diperkirakan turun karena terserang penyakit.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung mencatat hampir 12 hektare tanaman cabai di wilayahnya terserang virus kuning pada musim tanam 2025.

Kondisi ini dikhawatirkan menekan produksi dan memengaruhi harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kabid Hortibun Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan DKPPP Temanggung, Sumarno, menjelaskan, total luas tanaman cabai pada 2025 mencapai sekitar 12.000 hektare, terdiri dari cabai keriting, cabai rawit, dan cabai besar. Jumlah tersebut serupa dengan luasan tahun sebelumnya.

“Dari total luasan ini kami berharap panen tetap bisa berjalan baik, meskipun ada berbagai kendala iklim dan serangan penyakit,” ujar Sumarno, Senin (9/12/2025).

Cabai rawit memiliki masa produksi lebih panjang, mencapai 8 bulan hingga 1 tahun bila pemeliharaan baik dan cuaca mendukung. Sementara cabai keriting dan cabai besar memiliki waktu panen lebih singkat.

Perubahan iklim dan curah hujan tinggi memicu meningkatnya penyakit lain, seperti, patek (antraknosa/jamur), busuk batang dan busuk akar.

Menurut Sumarno, hampir 40 persen tanaman yang terdampak mengalami busuk batang dan busuk akar, sementara virus kuning menyebar luas dan dapat menyerang tanaman satu famili, seperti cabai, tomat, dan terong.

"Akibat serangan penyakit tersebut, produksi cabai berpotensi turun 30 persen, bahkan bisa mencapai 40 persen apabila intensitas serangan meningkat," jelasnya.

DKPPP Temanggung mengimbau para petani untuk meningkatkan perawatan dan pengendalian hama penyakit. Termasuk memperhatikan penggunaan pestisida dan keamanan pangan.

“Kami minta petani lebih meningkatkan pemeliharaan dan menggunakan pestisida secara bijak, sambil tetap memperhatikan keamanan pangan dan keselamatan petani,” tegas Sumarno. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#DKPPP Kabupaten temanggung #produksi cabai #Terserang Penyakit