RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Masalah kemiskinan dan kemiskinan ekstrem saat ini menjadi pekerjaan rumah bagi hampir seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Temanggung.
Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Temanggung keroyokan bersama seluruh stakeholder. Itu dilakukan untuk penurunan hingga pengentasan dengan menerapkan berbagai strategi.
Wakil Bupati drg. Nadia Muna mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan, maupun kemiskinan ekstrem harus ada konsistensi dari semua pihak. Selain itu, sinergitas semua elemen harus solid bekerjasama dengan menerapkan berbagai strategi.
"Di Kabupaten Temanggung, meski dari tahun 2024 dan 2025 angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem cenderung menurun, namun harus tetap konsisten, saling bersinergi dalam menuntaskan kemiskinan. Harus ada sinergi, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha (CSR)," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan Kabupaten Temanggung tahun 2024 sebesar 8,67% atau 72.960 jiwa. Kemudian 2025 sebesar 7,78% atau 62.050 jiwa atau mengalami penurunan.
Sedangkan untuk capaian angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Temanggung tahun 2021 sampai 2023 secara signifikan mengalami penurunan dengan capaian di tahun 2023 sebesar 0,33% atau sebanyak 2.580 Jiwa.
Penanggulangan kemiskinan, kata Nadia, kini menjadi isu multidimensional yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pemerintah daerah atau oleh satu sektor saja.
"Dalam hal ini dibutuhkan sinergi dan kolaborasi sebagai kunci untuk mempercepat penurunan jumlah penduduk miskin dan meningkatkan kesejahteraan," jelas Nadia.
Bentuk sinergi dan kolaborasi ini dapat dilakukan antara Pemda bersama dunia usaha (CSR), masyarakat, lembaga sosial dan akademisi, serta pemerintah desa. Caranya, melalui tiga strategi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomer 8 Tahun 2025.
Pertama dengan strategi mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui penyaluran bansos sembako, hingga pengoptimalan bansos pendampingan PKH.
"Lalu bisa dengan cara fasilitasi bansos kesejahteraan keluarga, peningkatan kemampuan potensi sumber kesejahteraan sosial," katanya.
Selain itu, dengan meningkatkan kemampuan pendapatan dengan menyempurnakan, meningkatkan efektivitas program berbasis pemberdayaan, seperti pelatihan keterampilan kewirausahaan pemula.
Kemudian mengembangkan, serta menjamin keberlanjutan UMKM, mengurangi kantong kemiskinan dengan peningkatan konektivitas antarwilayah, serta peningkatan infrastruktur pelayanan dasar.
"Strategi tersebut diharapkan menjadi acuan dan pedoman kita semua dalam melakukan intervensi pengentasan kemiskinan, maupun penghapusan kemiskinan ekstrem, sehingga dapat mencapai target-target yang telah ditentukan," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo