Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Silaturahmi Lintas Iman di Parakan Temanggung Tegaskan Harmoni sebagai Identitas Bersama

H. Arif Riyanto • Sabtu, 29 November 2025 | 05:34 WIB
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo saat kunjungan di Kelenteng Hok Tek Tong Parakan, Temanggung, Jumat (28/11/2025).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo saat kunjungan di Kelenteng Hok Tek Tong Parakan, Temanggung, Jumat (28/11/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung— Upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayah eks Karesidenan Kedu kembali diteguhkan melalui kegiatan silaturahmi lintas iman Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo.

Dalam kunjungan itu, Wibowo menyambangi sejumlah kelenteng, di antaranya Kelenteng Hok An Kiong di Muntilan, Magelang, serta Kelenteng Hok Tek Tong di Parakan, Temanggung, yang salah satu kelenteng tertua di Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Wibowo menekankan pentingnya merawat ruang-ruang dialog antara pemeluk agama yang berbeda. Temanggung, misalnya, sebagai wilayah yang sangat heterogen membutuhkan jembatan silaturahmi agar harmoni sosial terus terjaga.

“Kebersamaan warga lintas budaya dan agama, merupakan fondasi penting bagi persatuan,” katanya.

Warisan Sejarah yang Merawat Kebersamaan

Kelenteng Hok Tek Tong (Tempat Ibadat Tri Dharma - Dharma Nugraha) berdiri sekitar tahun 1840-an dan mengalami pemugaran pada 1852. Termasuk salah satu dari 62 kelenteng Tri Dharma di Jawa Tengah, bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Selain sebagai rumah ibadah, kelenteng ini berfungsi sebagai ruang interaksi lintas komunitas dan pusat pembelajaran sejarah serta kebudayaan lokal.

Ketua Dewan Pembina Tri Dharma - Darma Nugraha, Suhandoko Tanusubroto, menjelaskan, kelenteng selalu terbuka bagi masyarakat luas.

“Pelajar dan warga umum sering datang belajar sejarah dan budaya. Dalam setiap perayaan, kami juga mendapat bantuan pengamanan dari saudara-saudara muslim, seperti Banser,” tuturnya.

Ia juga mengenang momen sahur bersama Shinta Nuriyah, istri almarhum Gus Dur di depan kelenteng sebagai simbol toleransi yang kuat.

Toleransi yang Hidup dalam Keseharian

Parakan, Temanggung, sejak lama dikenal sebagai daerah dengan tradisi kerukunan yang kuat.

Kolaborasi antara warga Tionghoa, penganut Tri Dharma dan komunitas muslim setempat menjadi bukti bahwa toleransi hidup sebagai praktik sehari-hari, bukan sekadar slogan.

Melalui kunjungannya, Wibowo menilai bahwa merawat keberagaman adalah tanggung jawab bersama.

“Kelenteng Hok Tek Tong dan rumah-rumah ibadah lainnya bukan hanya tempat ritual keagamaan, tetapi juga simbol persaudaraan dan titik temu budaya yang memperkokoh integrasi sosial masyarakat,” pungkasnya. (aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Muntilan #Parakan #lintas iman #dpr ri #Wibowo Prasetyo #kelenteng