RADARMAGELANG.ID, Temanggung– SDN 1 Banyuurip Temanggung menggelar In House Training (IHT) tentang pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA).
Acara ini berlangsung di lab sekolah dengan menghadirkan pemateri Andrian Gandi W., Dekan Fakultas Teknologi dan Keguruan (FTK) INISNU Temanggung.
Kepala SDN 1 Banyuurip, Pono, S.Pd mengatakan kegiatan untuk memfasilitasi perkembangan kompetensi guru di bidang literasi digital.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan guru dan siswa, serta mempercepat kemajuan sekolah dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Andrian Gandi W. menyampaikan pentingnya KKA yang dibentuk dari konsep berpikir komputasional.
Ia menekankan bahwa pembelajaran ini sangat krusial untuk mendorong siswa dalam berpikir secara sistematis dan kreatif.
“Pembelajaran ini berfokus pada keterampilan menulis kode dasar dan membantu peserta menyelesaikan masalah dengan pendekatan komputasional,” jelas Gandi, yang merupakan fasilitator pandu digital.
Selama pelatihan, berbagai teknik koding diajarkan, meliputi algoritma, looping, logika kondisional (If-Else), dan variabel.
Selain itu, para guru dilatih untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dapat mengaitkan KKA dengan berbagai mata pelajaran, termasuk pelajaran ekstra kurikuler.
Peserta IHT tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dalam penggunaan berbagai platform AI.
Dalam sesi praktik, mereka melakukan block coding dengan membuat proyek kecil seperti cerita interaktif menggunakan aplikasi Scratch, merancang game sederhana, dan membuat animasi bergerak.
Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada para guru untuk mengimplementasikan koding dalam pembelajaran sehari-hari.
Antusiasme tim pengajar sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Istiwin, S.Pd., guru kelas V, menyatakan kegiatan sangat menarik.
“Kami mampu mengubah pandangan bahwa koding itu sulit. Pelatihan ini membuat kami percaya diri untuk membuat program sederhana,”tdnasnya.
Sementara itu, Jazimatul F, S.Pd., pengajar Pendidikan Agama Islam, menambahkan bahwa kolaborasi antara INISNU dan SDN 1 Banyuurip sangat penting dan dapat berlanjut pada kegiatan lainnya di masa mendatang.
Diharapkan, para guru di SDN 1 Banyuurip dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan proses belajar mengajar.
Pemahaman yang lebih dalam tentang teknologi diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih terjun dalam bidang teknologi dan inovasi. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo