Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Seni, Pekerja Migran Temanggung yang Hilang 21 Tahun di Malaysia Akhirnya Ditemukan, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 25 November 2025 | 00:42 WIB
Walmi, kakak ipar Seni menunjukkan foto Seni (baju hijau) dalam foto.
Walmi, kakak ipar Seni menunjukkan foto Seni (baju hijau) dalam foto.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kisah pilu dialami Seni, 47, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Temanggung, yang dilaporkan hilang selama 21 tahun di Malaysia. 

Setelah dua dekade tanpa kabar, Seni akhirnya ditemukan dalam kondisi hidup meski mengalami penyekapan dan tidak menerima gaji dari majikannya selama bertahun-tahun.

Seni merupakan warga Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Ia berangkat ke Malaysia untuk bekerja demi menafkahi keluarga, meninggalkan anak semata wayangnya, Riki Alfian, yang saat itu masih berusia sekitar 3,5 tahun.

Selama 20 tahun lebih, keluarga tidak pernah mengetahui keberadaan Seni. Enam bulan setelah keberangkatan, ia masih berkomunikasi dengan keluarganya. Bahkan, Seni juga kerap mengirimkan surat-surat dan bercerita mengenai keadaannya di negeri orang.

Setelah itu, Seni hilang kabar. Ia juga sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya di desa setempat. Ketika itu pihak keluarga tidak tahu harus bagaimana. Hingga bertahun-tahun lamanya sampai akhirnya keluarga ikhlas atas hilangnya Seni.

Baru sekitar 10 hari lalu, keluarga menerima kabar bahwa Seni ditemukan dalam keadaan selamat. Riki Alfian, 26, putra tunggal Seni, menceritakan bagaimana kabar itu disampaikan.

“Dikabari pihak kepolisian yang datang langsung ke rumah,” ujar Riki, Senin (24/11/2025).

Tak lama setelah itu, Riki akhirnya bisa melakukan video call pertama dengan ibunya setelah puluhan tahun berpisah. Ia mengaku canggung namun hatinya senang. 

"Rasanya seneng, tapi juga canggung. Ibu kelihatan lebih sehat. Kami hanya saling mengenalkan diri lagi karena mungkin Ibu agak lupa," sambungnya.

Video call tersebut berlangsung sekitar lima menit. Meski singkat, momen itu menjadi pertemuan emosional yang telah dinantikan keluarga selama lebih dari dua dekade.

Dalam percakapan singkatnya, Seni hanya sempat berpesan kepada Riki agar menjaga kesehatan. Sementara Riki berharap proses kepulangan ibunya dapat segera dipercepat. “Harapannya keluarga bisa kumpul kembali. Itu saja,” ujar Riki dengan nada haru.

Riki yang kini tinggal di Wonoboyo dan telah berkeluarga, mengungkapkan, sejak ibunya hilang, tidak ada komunikasi sama sekali hingga akhirnya ditemukan.

Setelah ibunya berangkat ke Malaysia, ia dirawat oleh kakeknya. Selepas kakeknya meninggal, Riki dirawat oleh  suami istri Iswandi alias Ismi dan Walmi. Iswandi adalah kakak Seni. Sementara, ayah Riki bernama Sarno menikah lagi setelah Seni dinyatakan hilang tanpa kabar.

Jawa Pos Radar Semarang berkunjung ke kediaman masa kecil Seni di Dusun Letih, Desa Mergowati. Rumah milik ayah Seni bernama Asri terlihat tidak terawat. Kayu penyangga rumah tampak rapuh dan dindingnya usang. Rumah itu kini menjadi kandang ayam dan ternak kambing.

Di depan rumah keluarga, terlihat tumpukan  bata dan kusen yang rencananya akan digunakan untuk renovasi rumah agar lebih bagus. Bata tersebut sudah berlumut hijau dan ditumbuhi rumput liar. Bahkan, ada batu pondasi yang akan digunakan untuk membangun rumah. Menurut Riki, material tersebut dulu dibeli oleh almarhum kakeknya.

"Itu bata yang beli Yangkung (kakek). Dulu katanya mau bangun rumah, tapi tidak ada biaya terus ibu berangkat ke Malaysia," bebernya.

Di sisi lain, masa kanak-kanak Seni dikenal sebagai gadis yang ulet dan rajin membantu orang tua. Hal itu diungkapkan Wartiyono, 47, teman masa kecil Seni.

"Dulu itu ya teman main pas SD. Dia (Seni) bekerja di Malaysia jadi TKI yang baru pertama kali itu. Orangnya rajin dan ulet, sering bantu-bantu bapak ibunya," ungkap Wartiyono.

Sementara Walmi, 60, kakak ipar Seni mengatakan, pihak keluarga akan menerima Seni bagaimana pun keadaannya. Ia merasa senang jika Seni segera pulang ke rumah. 

"Pas ditelepon meniko, nangis kabeh. Nggih seneng, jebule Seni wis ketemu. Mbiyen nitipke Riki, wis tak anggep anak. (Pas ditelfon itu, menangis semua. Ya senang, ternyata Seni sudah ketemu. Dulu menitipkan Riki, dan saya anggap anak," katanya saat ditemui di kediamannya.

Walmi menunjukkan foto Seni saat masih muda. Dalam foto itu terdapat Seni yang memakai kaos hijau dan berambut hitam panjang. Kemudian ada ayahnya bernama Asri dan ibu sambungnya. Lalu ada kakak Seni yang memakai kaos merah muda.

"Niki fotone waune ten griyo mriko gon bapake, terus dipendet wayahe kulo. Disimpen ten mriki (Ini fotonya tadinya di rumah sana punya bapaknya, lalu diambil cucu. Disimpan di sini," kata Walmi.

Kendati begitu, keluarga merasa lega lantaran Seni yang hilang sudah ditemukan. Kabar bahagia ini cepet menyebar ke tetangga dan keluarga Seni lainnya.

Kisah pilu yang dialami Seni turut menjadi keprihatinan publik. Maka, Pemerintah Kabupaten Temanggung akan memfasilitas kepulangan Seni hingga ke rumahnya.

"Kami prihatin sekali. Intinya Pemkab Temanggung mendesak kepada KBRI di Malaysia untuk segera menyelesaikan masalah itu.

Dan tentunya dinas tenaga kerja Temanggung wajib hukumnya untuk berkoordinasi dengan kementerian tenaga migran indonesia," kata Bupati Temanggung Agus Setyawan.

Agus meminta agar Dinperinaker segera berkomunikasi dengan Kementerian Tenaga Migran Indonesia. "Segera dilakukan, apabila mana nanti Mba Seni harus dipulangkn ke Temanggung kami Pemkab siap untuk memfasilitasi kepulangannya," tegas Agus. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#malaysia #hilang #seni #pekerja migran indonesia