RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Temanggung kembali menggelar Pendidikan Kader Badan Partai (Dikbar), Minggu (23/11/2025). Hal ini sebagai upaya memperkuat ideologi dan kaderisasi anak muda dalam berpolitik.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh DKC Garda Bangsa Kabupaten Temanggung. Selain itu sudah memasuki angkatan ketujuh.
Ketua DPC PKB Temanggung, Muh Amin, menyebut, pendidikan politik ini merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang menjadi ruh dari partai politik. Itu bertujuan untuk menanamkan ideologisasi dalam berpartai.
"Karena roh dari partai politik itu adalah kaderisasi, dan kaderisasi adalah ikhtiar untuk menanamkan ideologi partai,” jelasnya.
Menurut Amin, partai politik tanpa melakukan kaderisasi yang berkelanjutan justru akan kehilangan arah dan masa depannya akan suram. Makanya, melalui pendidikan ini PKB ingin menunjukkan bahwa politik tidak hanya bicara hal pragmatis, tetapi juga soal cita-cita bangsa dan negara.
Kegiatan ini disebut sebagai langkah PKB untuk mengembalikan orientasi politik pada nilai-nilai kebangsaan. Sehingga, politik tidak dimaknai sekadar kepentingan jangka pendek.
"Jadi berpolitik tidak asal ikut-ikutan. Ada arah dan tujuan untuk cita-cita bangsa dan negara," katanya.
Peserta pendidikan kader ini mayoritas merupakan anak muda dari seluruh kecamatan di Temanggung. Total peserta angkatan ke-7 ini mencapai 87 orang. Sementara setiap angkatan sebelumnya diikuti sekitar 70 orang.
Amin menekankan, anak muda adalah segmen penting yang harus disentuh secara serius oleh partai politik. “Indonesia memiliki bonus demografi, dan 65 persen adalah anak-anak muda. Mereka harus kita sentuh untuk diberikan perspektif tentang persoalan politik kebangsaan,” ujarnya.
Terlebih, generasi Z saat ini tengah berada pada fase yang cenderung apatis terhadap dunia politik.
Karena itu, PKB ingin hadir untuk memberikan pemahaman bahwa politik adalah sarana memperjuangkan masa depan bangsa.
Amin berharap, setelah mengikuti pendidikan kader ini, para peserta dapat menjadi calon kader politik yang matang secara ideologi.
Sehingga terdapat generasi penerus politik yang paham nilai kebangsaan serta mampu berkontribusi bagi daerah dan Indonesia.
“Output-nya adalah memberikan perspektif politik kebangsaan kepada anak-anak muda. Harapannya mereka menjadi kader politik yang punya ideologisasi,” ungkapnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo