Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Temanggung Digembleng Manajerial

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 19 November 2025 | 01:30 WIB
Wabup Nadia Muna memberikan pengarahan dalam pelatihan peningkatan kapasitas pengurus KDKMP di Temangging, Selasa (18/11/2025).
Wabup Nadia Muna memberikan pengarahan dalam pelatihan peningkatan kapasitas pengurus KDKMP di Temangging, Selasa (18/11/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mendapatkan pelatihan manajemen, Selasa (18/11/2025).

Wakil Bupati Temanggung, drg Nadia Muna, mengatakan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci keberhasilan koperasi yang baru dibentuk melalui program pemerintah pusat tersebut.

Menurutnya, koperasi tidak hanya membutuhkan modal, tapi juga SDM yang mumpuni. 

"Karena koperasi ini berada di desa, SDM desa harus kita tingkatkan agar mampu menanggapi program pusat yang sangat luar biasa ini,” ujar Nadia.

Pada angkatan keempat ini, terdapat 50 koperasi yang mengirimkan masing-masing dua pengurus sebagai peserta.

Sehingga total ada 100 peserta. Hingga saat ini empat angkatan telah selesai digelar, dan masih tersisa dua angkatan berikutnya.

Wabup juga menekankan, koperasi desa harus mampu bersaing dengan toko-toko konvensional maupun pelaku usaha modern. Karena itu, selain akuntabilitas dan profesionalisme, para pengurus didorong memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital.

“Zaman sekarang koperasi harus bisa bermedsos. Produk harus dikemas dengan baik, punya kualitas tinggi, dan inovatif,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono menjelaskan, materi pelatihan mencakup manajerial koperasi, akuntansi dan tata kelola keuangan, profesionalisme pengurus, pemasaran digital, serta penguatan kemitraan dengan perbankan dan jasa logistik.

“Peserta wajib dibekali kompetensi. Mereka akan mengelola uang yang tidak sedikit, sehingga kapasitas dan pemahaman koperasi harus kuat,” jelasnya.

Selain itu, beberapa koperasi juga diarahkan untuk bekerja sama dengan perbankan. 

Dinkopdag mengungkapkan, dari total 289 koperasi Desa Merah Putih, baru dua di antaranya yang benar-benar aktif. 

"Sebagian besar koperasi masih berada pada tahap awal unit usaha, seperti menjadi agen bank," ujar Entargo.

Entargo berharap, pelatihan ini dapat memberikan efek berkelanjutan bagi perkembangan koperasi desa.

“Kalau berjalan dengan baik, koperasi akan memiliki multiplayer effect yang luar biasa. SDM-nya meningkat, produknya unggul, manajemennya profesional, dan akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#KDMP #manajemen #drg nadia muna #pelatihan #Koperasi Desa Merah Putih