Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Kebut Cek Kesehatan Gratis, Petugas Jemput Bola ke Desa hingga Sekolah dan Jamaah Salat Jumat

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 17 November 2025 | 22:27 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung dr Intan Pandanwangi.
Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung dr Intan Pandanwangi.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Upaya Pemerintah Kabupaten Temanggung mempercepat pelaksanaan cek kesehatan gratis (CKG) makin digencarkan. Petugas puskesmas kini bergerak jemput bola hingga ke desa-desa, posyandu, lembaga pendidikan bahkan di jamaah salat Jumat.

Data pada minggu kedua November, sudah 268.299 warga menjalani CKG dari total penduduk Temanggung sebanyak 825.041 jiwa. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr Intan Pandanwangi, menyebut angka tersebut mendekati target awal. Meski demikian, masih ada warga yang enggan memeriksakan diri.

“Sebetulnya yang mendaftar 279.739 orang, tapi yang benar-benar CKG 268.299 orang. Sebagian takut kalau nanti ketahuan penyakitnya,” ujar Intan.

Untuk mengejar target dan memperluas jangkauan, Dinas Kesehatan mengerahkan seluruh puskesmas. Tentunya untuk melakukan kunjungan langsung ke berbagai komunitas masyarakat.

“Kami jemput bola ke desa-desa, posyandu, pertemuan PKK, dan bahkan inovasi terbaru kami yaitu CKG untuk jamaah salat Jumat,” katanya.

Semebtara Wakil Bupati Temanggung, drg Nadia Muna, menegaskan, sektor pendidikan menjadi fokus prioritas. Petugas puskesmas rutin mendatangi sekolah dan pesantren untuk memastikan seluruh siswa dan santri ikut menjalani pemeriksaan.

“Semua murid harus sudah di-CKG. Puskesmas dengan gerakan cepat turun langsung ke sekolah-sekolah. Setelah itu lanjut ke pesantren-pesantren,” jelas Nadia.

Ia menilai pemeriksaan dini sangat penting agar pola kesehatan masyarakat tidak hanya bersifat kuratif, tetapi lebih diarahkan ke pencegahan.

“Kita harus kedepankan yang preventif dan rehabilitatif. Periksa sebelum sakit, bukan setelah sakit,” tegasnya.

Nadia membeberkan, tahun depan, Temanggung menghadapi tantangan baru berupa pengurangan transfer ke daerah (TKD) Rp174 miliar. Itu juga akan berdampak pada pembiayaan program CKG. Meski begitu, pemerintah daerah berkomitmen memaksimalkan anggaran yang ada.

“Rencananya CKG akan dilakukan dengan APBD. Meski ada pemotongan, kita tetap optimalkan. Yang penting program jalan,” kata Nadia. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#dr intan pandanwangi #CKG #salat jumat #jemput bola #desa