RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Pemerintah Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan riding susur jejak peradaban kuno Liyangan sebagai rangkaian Hari Jadi Temanggung.
Kegiatan yang diikuti 150 peserta ini untuk mengingat kembali kejayaan nenek moyang Temanggung.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono menyebut kegiatan riding bukan semata arak-arakan motor.
Melainkan bagian dari upaya menanamkan kembali kebanggaan sejarah kepada masyarakat.
“Kita ingin mengingat sejarah bahwa nenek moyang orang Temanggung sekian puluh abad yang lalu telah memberikan karya-karya yang besar,” kata Djoko, Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, tema Hari Jadi Temanggung tahun ini, merawat warisan, menyongsong masa depan, tepat menjadi pengingat bahwa generasi sekarang memiliki tanggung jawab moral meneruskan kejayaan tersebut.
“Kita sebagai generasi penerus harus menguatkan hati untuk terus bekerja apapun profesinya. Nenek moyang kita luar biasa, dan kita harus mencontoh semangat mereka,” ujarnya.
Riding diikuti peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari ASN, komunitas masyarakat, hingga pecinta motor. Djoko mengatakan kegiatan ini terbuka untuk semua.
“Kurang lebih 150 orang ikut. Ada PNS, ada kelompok masyarakat, dan siapa pun boleh bergabung karena ini undangan terbuka,” jelasnya.
Rute perjalanan memakan waktu satu jam dan berjalan lancar.
Pemilihan Situs Liyangan sebagai titik tujuan bukan tanpa alasan.
Situs yang terletak di lereng Sindoro itu merupakan salah satu situs kuno terpenting di Indonesia.
“Liyangan adalah situs yang diperkirakan dibangun pada abad kedua sampai abad 11. Bahkan ini disebut sebagai situs paling tua di Indonesia,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan situs tersebut menjadi bukti bahwa Temanggung telah menciptakan peradaban jauh lebih awal daripada banyak daerah lain.
Karena itu, ia berharap masyarakat Temanggung menjadikan Liyangan sebagai inspirasi untuk terus berkarya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo