RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung menebar 10.000 ekor ikan nilem di perairan umum Curug Titang, Jumo, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan restocking ini untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai, sekaligus mendorong ketersediaan protein murah bagi masyarakat.
“Hari ini (kemarin, Red) kami melakukan penebaran ikan nilem 10.000 ekor dengan tujuan melestarikan ikan, menjaga ekosistem sungai, dan menyeimbangkan kondisi alam,” ujar Kepala DKPPP Temanggung, Joko Budi Nuryanto.
Joko menegaskan, ikan menjadi sumber protein penting yang berpengaruh pada skor pola pangan harapan (PPH).
Maka, ia menggandeng komunitas di Temanggung untuk ikut serta dalam penebaran benih ikan ini. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi mendesak karena tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Temanggung dalam dua tahun terakhir tercatat masih rendah.
“Jadi meningkatnya ketersediaan ikan segar, usaha kuliner ikan ikut berkembang dan akhirnya bisa mendongkrak konsumsi ikan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Joko, kondisi perairan umum di daerah hulu seperti Curug Titang memiliki tantangan tersendiri. Struktur sungai yang berundak serta suhu yang relatif dingin membuat ikan sulit berkembang biak secara optimal.
“Di daerah hulu memang restocking harus lebih intens. Banyak ikan yang terbawa arus ke bawah, sehingga persentase ikan yang bertahan tidak besar,” paparnya.
Terkait dampak ekonomi, Joko menilai sektor pengolahan ikan justru lebih berkembang dibandingkan budidaya di sungai. Beberapa wilayah seperti Guntur dan Bengkal mulai tumbuh sentra pengolahan ikan seperti mangut dan produk olahan lainnya.
“Multiplier effect terbesar ada di pengolahan ikan. Itu yang sekarang berkembang di Temanggung,” tegasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo