Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Kisah Sukses Fanni Fuadi Warga Temanggung: dari Syaraf Kejepit hingga Tembus Panggung Dunia Binaragawan

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 13 November 2025 | 23:18 WIB
Penampilan Fanni Fuadi dalam sejumlah ajang binaraga.
Penampilan Fanni Fuadi dalam sejumlah ajang binaraga.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Siapa sangka, cedera syaraf kejepit di tulang belakang justru menjadi awal kisah luar biasa bagi Fanni Fuadi. Pria 39 tahun merupakan atlet binaragawan asal Kalibanger, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung. 

Dari latihan untuk pemulihan cedera, Fuad kini menjelma menjadi salah satu binaragawan terbaik dunia. Fuad baru saja mencatatkan prestasi membanggakan di ajang Pro Show Olympia di Selandia Baru, New Zealand pada 8 November 2025. Itu menjadi kemenangan ketiganya di ajang tersebut.

Selain itu, Fuad juga meraih prestasi di ajang tertinggi dunia, Mr. Olympia 2025 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 12 Oktober lalu.

Ia berhasil menembus 16 besar dunia di kelas Classic Physique. Bahkan, pria asli Temanggung ini menjadi satu-satunya wakil Indonesia bahkan Asia Tenggara di level tersebut.

“Awalnya saya cedera. Lalu terapi dan mulai latihan. Kemudian dari situ lama-lama jadi gaya hidup menjadi binaraga," kata Fuad saat dihubungi, Rabu (12/11).

Fuad menceritakan, sebelum menjadi binaragawan, ia sempat bekerja di pabrik. Namun, ia mengalami cedera ketika latihan fitness pada 2006-2007. 

Setelah merasa pulih, anak pasangan Sariyono dan Supriyalin ini kemudian latihan fisik sebagai pemain bola. Akhirnya, pada 2014 mulai fokus ke dunia fitness dan binaraga hingga saat ini.

"Dan mulai saat itu saya mulai menekuni olahraga binaraga dan menjadi gaya hidup soal fitness," ujar ayah dari Catra Tanaka Abimana ini.

Kendati begitu, selama prosesnya terjun di bidang binaraga, suami dari Nala Kusumastuti ini mencatatakan berbagai prestasi. Bahkan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sederet gelar telah diraih Fanni Fuadi. 

Di antaranya, Mr. Indonesia (2017, 2019), South of Asia Championship (2019), Batam Open Asia Championship (2017–2019), hingga Pro Show Olympia (2024, 2025, 2026). 

Prestasi lainnya, Fuad menjuarai Musclemania Asia pada 2019. Kemudian tahun 2022 juara over all Classic Physic PCA Championship Thailand.  

Lalu 2018 di Malaysia dan 2022 di Thailand mendapatkan juara over all dan pro qualifier sebagai syarat mengikuti Pro Show Olympia di New Zealand.

Bagi Fuad, kemenangan di New Zealand terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Temanggung.  "Itu jadi kado indah untuk daerah kelahiran saya,” ucapnya bangga.

Untuk mencapai level dunia, Fuad menjalani latihan keras enam hari dalam seminggu — pagi dan sore, masing-masing 1,5 hingga 2,5 jam. Ia juga didampingi pelatih kelas dunia Chris Aceto, serta legenda binaraga Indonesia Ade Rai.

“Semua harus disiplin, mulai dari makan, istirahat, hingga pola latihan. Tidak ada yang instan,” ujarnya.

Kini, Fuad tak hanya berprestasi untuk diri sendiri. Di rumahnya di Gemawang, ia membuka gym pribadi yang menjadi tempat berlatih bagi calon atlet muda Temanggung.

Fuad berharap ke depan akan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap cabang olahraga binaraga.

Bahkan, ia telah menyampaikan aspirasinya langsung kepada Bupati Temanggung Agus Setyawan pada Oktober lalu.

"Saya sudah sampaikan ke Pak Bupati, semoga nanti ada pembinaan yang berkelanjutan. Karena banyak anak muda Temanggung yang punya potensi besar,” katanya.

Meski telah menembus level internasional, Fuad tidak melupakan akar perjuangannya.

Ia selalu menekankan pentingnya proses dan kesabaran.  "Untuk atlet muda, jalani semua dengan disiplin dan ikhlas. Nikmati setiap prosesnya,” pesannya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#syaraf kejepit #Binaragawan #cedera syaraf #temanggung #Fanni Fuadi