Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pendapatan Daerah Temanggung Tahun 2026 Ditarget Tembus Rp 1,91 Triliun

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 12 November 2025 | 02:42 WIB
Bupati Agus Setyawan bersalaman dengan Ketua DPRD Yunianto dalam rapat paripurna DPRD Temanggung, Selasa (11/11/2025).
Bupati Agus Setyawan bersalaman dengan Ketua DPRD Yunianto dalam rapat paripurna DPRD Temanggung, Selasa (11/11/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026.

Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan hal itu dalam rapat paripurna DPRD yang digelar di ruang sidang utama DPRD, Selasa (11/11/2025).

Dalam kesempatan itu, bupati memaparkan secara rinci struktur RAPBD yang disusun berdasarkan hasil kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2026.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah melakukan penyesuaian-penyesuaian anggaran yang akan dijalankan pada 2026.

“Penyusunan RAPBD tahun 2026 telah dilakukan sesuai regulasi dan tahapan yang berlaku. Pendapatan daerah direncanakan Rp1,91 triliun, sementara belanja daerah mencapai Rp2,12 triliun," jelasnya.

Bupati menjelaskan, struktur pendapatan daerah terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp415,3 miliar dan pendapatan transfer dari pemerintah pusat serta provinsi sebesar Rp1,5 triliun.

Dengan komposisi tersebut, RAPBD 2026 mengalami defisit Rp206,8 miliar, yang akan ditutup dari pembiayaan daerah melalui sisa lebih perhitungan anggaran dan pencairan dana cadangan.

Agus mengakui, dinamika keuangan daerah tahun 2026 cukup menantang. Itu karena adanya penurunan signifikan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Berdasarkan surat Kementerian Keuangan, Temanggung mengalami penurunan transfer hingga Rp174 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perubahan alokasi TKD ini tentu berimbas pada struktur pendapatan dan belanja daerah. Kami akan melakukan efisiensi serta memprioritaskan program yang bersifat wajib, mendesak, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga keberlanjutan program pembangunan.

Itu melalui koordinasi intens dengan pemerintah pusat dan optimalisasi dukungan dari sektor swasta melalui program CSR.

“Temanggung untuk semua, mari kita wujudkan pemerintahan yang adaptif, efisien, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Temanggung Yunianto menyatakan, DPRD menerima penyampaian RAPBD 2026 tersebut untuk kemudian dibahas lebih lanjut oleh masing-masing komisi sesuai bidang tugasnya.

“Hasil pembahasan komisi-komisi DPRD akan kita sampaikan pada rapat paripurna berikutnya,” katanya. (dev/lis) 

Editor : Lis Retno Wibowo
#Bupati Temanggung Agus Setyawan #kua ppas #yunianto #RAPBD 2026 #sidang paripurna