RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pasar Legi Parakan genap berusia satu abad. Dalam momentum bersejarah itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak seluruh pedagang untuk terus berinovasi.
Sehingga, pasar tradisional tetap hidup di tengah gempuran pasar modern dan perdagangan daring.
Momen 100 tahun Pasar Legi Parakan disambut meriah para pedagang dan masyarakat.
Dengan digelarnya acara Umbul Dongo Wilujengan dan kirab 100 tumpeng pada Sabtu (8/11/2025).
Hal itu sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang pasar tradisional tertua di Kecamatan Parakan tersebut.
“Pasar Legi bukan hanya tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial tempat tumbuhnya solidaritas dan cerita kehidupan rakyat kecil,” ujar Agus dengan bangga.
Ia menegaskan, dari pasar (tradisional) seperti inilah denyut ekonomi Temanggung bermula dan bertahan hingga kini.
Ia turut mengapresiasi para pedagang, pengelola, dan masyarakat yang selama ini menjaga eksistensi Pasar Legi.
"Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada para pendiri, sesepuh, dan semua pihak yang telah menjaga pasar ini hingga tetap hidup dan ramai seperti sekarang,” ujarnya.
Namun di tengah gempuran pasar modern dan perdagangan daring, Agus mengingatkan agar pedagang tidak tinggal diam.
Ia mendorong para pedagang pasar untuk melek digital dan memanfaatkan platform e-commerce seperti Pasar.id, Shopee, Tokopedia, hingga TikTok Shoppe
“Pedagang pasar juga harus kreatif. Jangan hanya menunggu pembeli datang, tapi aktif menarik pembeli lewat cara-cara modern,” pinta Agus.
Orang nomor satu di Temanggung ini mengakui, perhatian pemerintah terhadap pasar tradisional belum maksimal.
Agus menyebut, masih banyak PR yang harus diselesaikan. Utamanya dalam mewujudkan pasar yang bersih, tertata, dan nyaman.
Momen satu abad Pasar Legi Parakan berlangsung meriah.
Ada 2.500 pedagang di pasar tersebut, unjuk kebolehan di hadapan jajaran forkopimda. Pedagang yang didominasi emak-emak tampil apik dengan kostumnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Legi Parakan, Hebi Tatak Purwantoro, menjelaskan, pasar seluas satu hektare ini dikembangkan menjadi pasar tradisional bercita rasa modern.
“Pedagang sudah bisa bertransaksi dengan sistem non-tunai lewat QRIS, dan produk pasar juga bisa diakses secara online melalui marketplace seperti Pasar.id dan TikTok Shop,” ujarnya.
Menurut Hebi, konsep itu diterapkan agar pasar tradisional tetap eksis di tengah era digital.
Ia berharap, upaya ini membuat pasar tradisional semakin ramai dan diminati pembeli.
"Pasar Legi adalah pasar tradisional, tapi suasana belanjanya dibuat modern.
Harapan kami, pasar inj semakin ramai dan menjadi role model pasar yang tertib, bersih, dan nyaman di Kabupaten Temanggung,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo