RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Kabupaten Temanggung menapaki usia ke-191 tahun pada 10 November 2025.
Momentum ini tak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga pengingat panjangnya sejarah perjalanan daerah penghasil tembakau ini.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan, peringatan hari jadi harus dimaknai sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan menjaga jati diri daerah.
Itu sesuai dengan tema Merawat Warisan Menyongsong Masa Depan dengan Semangat Temanggung untuk Semua.
“Harapan saya, Temanggung akan selalu berasa asih asuh, bergotong royong, dan semakin sejahtera,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).
Menurutnya, kesejahteraan hanya bisa dicapai jika daerah ini terus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para pendahulu.
Maka, ia mengajak warga Temanggung untuk tidak melupakan sejarah.
"Semua yang kita miliki hari ini tidak datang tiba-tiba, tapi melalui sejarah panjang. Karena itu, jangan pernah melupakan sejarah,” tegasnya.
Agus menuturkan, pada momen ke-191 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai menggeser pusat kegiatan peringatan hari jadi dari Kota Temanggung ke Kota Parakan.
Langkah ini untuk menghormati sejarah awal berdirinya Kabupaten Temanggung, yang dahulu bernama Kabupaten Menoreh dengan ibu kota berada di Parakan.
“Ke depan, Parakan akan kita benahi menjadi kawasan heritage. Dari sinilah sejarah Kabupaten Temanggung dimulai, dan harus kita ugemi bersama,” jelasnya.
Dalam rangkaian hari jadi tahun ini, Pemkab menggelar beragam kegiatan yang dikemas meriah sekaligus bernuansa budaya.
Mulai dari mujahadah wali kutub, boyong Menoreh, satu abad Pasar Legi Parakan, hingga penggantian songsong Djojonegoro.
Kemudian upacara peringatan, konser musik Denny Caknan di Maron, futsal, hingga trabas dan kirab budaya.
“Insyaallah, tahun depan kita akan membuat peringatan yang lebih besar lagi di Parakan.
Festival itu nanti akan kita beri nama Tobacco and Coffee Fest, yang menjadi wadah besar seni, budaya, dan religi khas Temanggung,” kata Agus.
Bupati juga menekankan pentingnya pelestarian simbol-simbol sejarah yang melekat pada Temanggung.
Salah satunya bambu runcing, yang menjadi ikon perjuangan rakyat Parakan dan simbol kebesaran kabupaten ini.
“Bambu runcing adalah kebanggaan kita. Ia bukan sekadar benda, tapi simbol keberanian dan persatuan warga Temanggung,” ujarnya.
Bupati Agus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Karena perhatian pemerintah terhadap sektor-sektor tradisional seperti pasar rakyat belum maksimal.
Ia berharap momentum hari jadi bisa menjadi semangat untuk memperbaikinya.
“Kami ingin Temanggung terus berkembang, tapi tetap berpijak pada akar sejarah dan budaya. Sejahtera, aman, nyaman, dan selalu guyub rukun,” tambahnya.
Sementara Wakil Bupati Temanggung drg Nadia Muna mengatakan, momen hari jadi menjadi upaya memperkuat identitas dan pluralisme, mendorong ekonomi kreatif, serta merayakan inklusivitas.
Maka, ia meminta warga Temanggung untuk ikut serta memeriahkan Hari Jadi ke-191 Kabupaten Temanggung.
"Kegiatan hari jadi ini diharapkan bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi melalui banyaknya UMKM dan kelompok budaya yang menampilkan kreasinya," katanya.
Nadia Muna mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung.
Ia berharap, sinergitas lintas stakeholder terus terjalin kuat untuk kemajuan Temanggung untuk semua. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo