Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Dari Lahan Tambang Jadi Hijau: Tim Dosen Agroteknologi Untidar Kembangkan Teknik Tanam Ubi Kayu di Kledung Temanggung

Lis Retno Wibowo • Selasa, 4 November 2025 | 22:11 WIB
Tim Fakultas Pertanian Untidar kegiatan pengabdian masyarakat di Kledung Research Park, Temanggung, 10 Oktober 2025.
Tim Fakultas Pertanian Untidar kegiatan pengabdian masyarakat di Kledung Research Park, Temanggung, 10 Oktober 2025.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung -  Tim Pengabdian Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Modifikasi Wadah dan Media Tanam Beberapa Varietas Ubi Kayu untuk Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang” di Kledung Research Park, Temanggung pada 10 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung penghijauan dan rehabilitasi lingkungan melalui inovasi budidaya tanaman ubi kayu pada lahan bekas tambang yang memiliki tingkat kesuburan rendah.

Tim pengabdian diketuai oleh Prof. Dr. Sugiyarto, dengan anggota tim Dr. Tri Suwarni Wahyudiningsih, S.Si., M.Si., Ratna Suminar, S.P., M.Si., dan Gian Sapta Adrialin, S.P., M.Si.

Pelaksanaan kegiatan dibantu oleh mahasiswa Dimas Endiarto dan Cindy Cahyani, serta dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknologi lainnya.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim melakukan koordinasi dengan perangkat dusun setempat untuk memastikan kesiapan lokasi dan mendorong keterlibatan masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh masyarakat sekitar Kledung yang antusias mengikuti penyampaian materi dan praktik lapangan.

Pada kesempatan tersebut  Ade Nendi Mulyana, S.P., M.Si, selaku narasumber menjelaskan teknik budidaya ubi kayu dengan modifikasi wadah dan media tanam, sebagai solusi inovatif dalam mengoptimalkan pertumbuhan tanaman di lahan marginal.

Media tanam yang digunakan merupakan campuran tanah, pupuk organik (pupuk kandang kambing, dan kasgot), serta pupuk kimia sintetis berupa NPK majemuk untuk menunjang pertumbuhan vegetatif, terutama bagian daun ubikayu.

Wadah tanam yang digunakan juga beragam. Seperti planter bag, karung, botol galon bekas, dan drum bekas, yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan.

Dalam praktik penanaman, diperkenalkan dua teknik utama. Yaitu penanaman secara horizontal dan vertikal.

Nendi menjelaskan penanaman secara horizontal lebih dianjurkan jika target utamanya adalah produksi daun.

Karena teknik ini memungkinkan tumbuhnya lebih banyak mata tunas sehingga jumlah cabang dan daun yang dihasilkan menjadi lebih banyak.

Fokus utama penanaman ini adalah produksi daun ubi kayu, bukan hanya umbinya. Daun ubi kayu memiliki beragam manfaat yang penting baik dari segi gizi maupun ekonomi.

Daun ini merupakan sumber protein nabati yang tinggi, sehingga sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat pedesaan.

Selain itu, daun ubi kayu juga mengandung vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh.

Masyarakat setempat dilatih praktik lapangan membuat wadah dan media tanam untuk ubi kayu di lahan bekas tambang.
Masyarakat setempat dilatih praktik lapangan membuat wadah dan media tanam untuk ubi kayu di lahan bekas tambang.

Dalam pemanfaatannya, daun ubi kayu dapat diolah menjadi bahan pangan, pakan ternak, maupun bahan baku industri, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan potensi tersebut, daun ubi kayu dapat menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang mendukung diversifikasi pangan serta pengembangan agroindustri lokal secara berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, Nendi juga menyampaikan hama yang sering menyerang tanaman ubi kayu adalah kutu-kutuan.

Sehingga perlu dilakukan pengamatan rutin dan pengendalian hama terpadu agar pertumbuhan daun tetap optimal.  Daun ubi kayu bisa dipanen 1-2 bulan setelah tanam.

Kegiatan berlangsung semarak. Warga yang hadir sangat antusias mendengarkan pemaparan para dosen.

Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta terkait teknik penanaman, pemeliharaan, dan potensi pemanfaatan daun ubi kayu.

Dosen Tri Wahyudiningsih menambahkan, melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan teknik budidaya yang ramah lingkungan dan produktif.

Sehingga penghijauan di lahan bekas tambang dapat pulih secara bertahap dengan menambahkan bahan organik tanah, massa tanah.

Ke depan dapat memberikan manfaat untuk ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar.  (web/lis)

 

 

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#universitas tidar #Fakultas Pertanian #media tanam #untidar #kledung #Ubi Kayu #Kledung Research Park #ramah lingkungan #lahan bekas tambang