RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Temanggung terus meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di sejumlah titik rawan di Kabupaten Temanggung.
Salah satu fokus utamanya yakni ruas Jalan Suwandi–Suwardi. Ruas yang membentang dari Terminal Temanggung hingga Mapolres Temanggung ini, tercatat sebagai satu-satunya titik black spot atau lokasi rawan kecelakaan fatal.
Kasatlantas Polres Temanggung AKP Yosra Meidicta Mandung, mengatakan, sejak menjabat di Temanggung dirinya langsung melakukan pemetaan wilayah rawan laka bersama instansi terkait.
Hasilnya, sejumlah titik telah dievaluasi dan dilakukan langkah-langkah pencegahan di lapangan.
“Begitu saya bertugas, langsung kami survei bersama tim dari provinsi dan jalan nasional. Kami ingin tahu apa yang sebenarnya menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di Temanggung ini,” ujar AKP Yosra di kantornya, Senin (3/11/2025).
Yosra menjelaskan, dari hasil pemeriksaan teknis, ditemukan adanya perbedaan lebar lajur kanan dan kiri di ruas Jalan Suwandi–Suwardi.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko tabrakan karena pengendara sering salah perhitungan saat menyalip kendaraan lain.
“Dari sisi sarana dan prasarana sebenarnya sudah lengkap, tapi setelah dicek ada perbedaan lebar lajur. Ini bisa memicu kecelakaan. Kami sudah rekomendasikan agar segera dievaluasi,” jelasnya.
Dari data Satlantas Polres Temanggung, dari lima titik black spot pada periode 2022–2024, kini hanya tersisa satu titik utama. Berada di Jalan Suwandi–Suwardi.
Maka, Satlantas Polres Temanggung terus mengupayakan langkah intensif. Termasuk penataan rambu dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Hal tersebut dinilai mampu menurunkan angka kecelakaan.
“Alhamdulillah, tahun ini angka kecelakaan di Temanggung turun 7 persen, termasuk penurunan jumlah korban meninggal dunia,” terang Yosra.
Selain upaya perbaikan jalan dan rambu, Satlantas juga rutin melakukan sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah.
Untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk menekan faktor human error yang menjadi penyebab utama kecelakaan.
Di sisi lain, Satlantas Polres Temanggung juga mengintensifkan patroli malam hari, khususnya untuk menekan aksi balap liar di sejumlah titik kota.
Setiap Jumat dan Sabtu malam, petugas melakukan patroli skala besar hingga subuh, termasuk di kawasan Sari Ayam Parakan dan sekitar lampu merah pusat kota.
“Patroli dilakukan dari pukul 23.00 sampai menjelang pagi. Selain mencegah balap liar, kami juga memastikan arus lalu lintas tetap aman,” jelasnya.
Sebagai perwira muda berusia 32 tahun, Yosra menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan kolaboratif.
Ia berkomitmen agar upaya keselamatan berlalu lintas tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pembinaan masyarakat.
“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi kita semua. Kami akan terus hadir di lapangan, mengevaluasi infrastruktur, dan mengedukasi masyarakat agar angka kecelakaan terus menurun,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo