Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Petani Wonotirto Bulu Temanggung Terjatuh ke Jurang Sedalam 30 Meter, Evakuasi Berlangsung 2 Jam

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 29 Oktober 2025 | 00:44 WIB

 

Proses evakuasi korban yang diduga terjatuh ke jurang sedalam 30 meter di Wonotirto.
Proses evakuasi korban yang diduga terjatuh ke jurang sedalam 30 meter di Wonotirto.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Seorang petani di Kabupaten Temanggung, Sariyam, 50, warga Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam 30 meter, Senin malam (27/10/2025).

Proses pencarian dan evakuasi korban melibatkan berbagai unsur hingga dini hari.

Peristiwa itu bermula ketika korban berangkat ke ladang sekitar pukul 06.30 pada Senin (27/10/2025). Korban bertani di area yang terletak di sebelah selatan rumahnya. 

Namun hingga sore hari, korban tak kunjung pulang. Keluarga yang khawatir berinisiatif melakukan pencarian.

Adik korban, Rismadi, 43, melakukan pencarian awal di sekitar area ladang pada pukul 18.00.

Dalam pencarian selama 30 menit, ia hanya menemukan sandal dan cangkul milik korban, namun tidak menemukan keberadaan Sariyam. Ia kemudian melapor kepada keluarga dan perangkat desa.

"Jadi keluarga korban ini sudah melakukan pencarian tapi hasilnya nihil. Lalu melapor ke BPBD," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, Selasa (28/10/2025).

Laporan mengenai hilangnya Sariyam diteruskan ke BPBD Temanggung sekitar pukul 20.20 WIB. 

Berdasarkan hasil koordinasi dan informasi warga, diduga korban terjatuh ke jurang yang berlokasi tidak jauh dari area ladang. 

"Setelah itu, tim gabungan segera meluncur ke lokasi sekitar pukul 21.30 WIB," jelas Totok.

Tim gabungan yang terdiri atas unsur BPBD, TNI-Polri, SAR Kabupaten Temanggung, PMI, Tagana, Baguna, perangkat desa, dan masyarakat setempat melakukan pencarian di area yang curam dan minim pencahayaan. 

Sekitar pukul 22.09, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang. T

otok mengatakan, proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik lifting dengan bantuan perlengkapan vertical rescue set, tandu basket, APD, dan senter. 

"Evakuasi berjalan penuh kehati-hatian karena medan yang licin dan terjal. Setelah hampir dua jam proses pengangkatan, jenazah korban berhasil dibawa ke rumah duka pada pukul 00.10, Selasa (28/10/2025)," katanya.

BPBD Temanggung meminta agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas. Terlebih kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah Kabupaten Temanggung.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas instansi dan partisipasi warga dalam proses evakuasi ini. 

"Sinergi seluruh pihak membuat proses pencarian dan evakuasi berjalan cepat meski kondisi medan sangat sulit,” tandas Totok. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#petani jatuh #evakuasi #BPBD Temanggung