RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit menular. Khususnya yang berpotensi muncul akibat perubahan cuaca di awal musim hujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Temanggung, dr Sarjana, mengatakan, curah hujan yang mulai meningkat sejak awal Oktober perlu diantisipasi. Itu karena dapat memicu berkembangnya berbagai penyakit, terutama demam berdarah dengue (DBD).
“Perubahan cuaca di awal bulan Oktober ini membuat hujan turun hampir setiap hari. Yang pertama, kita harus waspada terhadap penyakit-penyakit menular akibat perubahan cuaca, di antaranya DBD,” katanya, Jumat (24/10/2025).
Meski demikian, Sarjana memastikan hingga saat ini tidak ada peningkatan signifikan kasus DBD di Kabupaten Temanggung. "Alhamdulillah untuk tahun 2025 ini masih aman. Kondisi DBD di Temanggung terkendali,” ujarnya.
Namun, sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk kembali menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus. Yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Menurutnya, jika kebersihan lingkungan terjaga dan tidak ada tempat bagi nyamuk berkembang biak, maka risiko penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan.
Selain DBD, Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit yang ditularkan melalui udara dan air, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Dokter Sarjana menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik teratur, serta kebersihan lingkungan dan ventilasi rumah.
Berdasarkan data sementara Dinkes Temanggung, jumlah kasus demam dengue (DD) tercatat sekitar 1.000 kasus ringan sepanjang tahun ini, namun belum ada yang berkembang menjadi DBD berat. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo