RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Menghadapi potensi bencana alam di musim hujan, Bupati Temanggung Agus Setyawan meminta seluruh pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Temanggung, agar mengalokasikan dana tanggap bencana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Dana tanggap bencana dinilai penting sebagai langkah antisipasi dini.
Agar penanganan kebencanaan dapat dilakukan dengan cepat tanpa menunggu proses yang panjang.
“Saya sudah mengarahkan kepada teman-teman kepala desa di 266 desa se-Kabupaten Temanggung, agar di APBDes-nya harus menganggarkan dana tanggap bencana. Hukumnya wajib,” tegas Bupati Temanggung, Agus Setyawan, saat ditemui di kantornya Rabu (15/10/2025).
Agus menerangkan, kondisi cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah akhir-akhir ini menuntut kesiapsiagaan semua pihak.
Temanggung sendiri termasuk daerah rawan longsor, banjir, dan angin kencang.
Terlebih, akhir-akhir ini kerap dilanda hujan deras dan angin kencang yang mengakibatkan sejumlah rumah warga terdampak.
Bahkan, ada yang rusak berat dan pemilik rumah terpaksa mengungsi.
“Musibah itu datangnya tiba-tiba tanpa direncanakan. Kalau tidak ada dana antisipatif, nanti akan repot. Jadi setiap desa harus menyiapkan,” ujarnya.
Adapun besaran dana tanggap bencana tidak ditentukan secara seragam.
Melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing desa.
“Belum ada nominal minimal, tapi saya minta kalau bisa ya agak besar. Karena yang paling tahu kondisi dan risikonya itu desa masing-masing,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemkab Temanggung telah menggelar apel siaga bencana bersama lembaga vertikal di Polres Temanggung.
Hal itu sebagai langkah koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim hujan.
Dalam penanganan darurat bencana, Pemkab juga menerapkan sistem keroyokan lintas sektor.
Yakni setiap instansi terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, PMI, dan Baznas terlibat langsung sesuai kapasitasnya.
“Jadi tidak hanya tertumpu pada BPBD atau Dinas Kesehatan, tapi semua bergerak bersama. Kemarin waktu ada bencana di Kecamatan Pringsurat, kita langsung turun bareng dan alhamdulillah sudah tertangani sekitar 80 persen,” jelas Agus.
Agus memastikan, kebijakan antisipatif ini akan terus dikuatkan meski terdapat penyesuaian anggaran akibat efisiensi daerah.
“Memang ada rencana efisiensi anggaran, tapi kebencanaan tetap menjadi konsen dalam penangnanan,” tegasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo