Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Penyerapan Pupuk Urea Bersubsidi di Temanggung Capai 55 Persen

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:07 WIB
Penyerapan pupuk urea bersubsidi di Temanggung pada triwulan 3 mencapai 55 persen.
Penyerapan pupuk urea bersubsidi di Temanggung pada triwulan 3 mencapai 55 persen.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Penyerapan pupuk Urea bersubsidi di Kabupaten Temanggung hingga triwulan III telah mencapai 55,14 persen atau 4.584.614 kilogram dari kuota 8.315.000 kilogram.

Penyerapan tersebut termasuk tinggi dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Aulia Nur,  menerangkan, penyerapan pupuk bersubsidi NPK dalam periode yang sama mencapai 53,74 persen atau 9.134.990 kilogram dari kuota 17.000.000 kilogram.

Ia menuturkan, stok pupuk yang tersisa diperkirakan habis terserap pada triwulan IV seiring masa pemupukan padi dan kopi."Kalau stok pupuk yang tersisa diperkirakan habis pada triwulan IV," terangnya.

Aulia mengatakan, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Temanggung dalam kondisi aman. Petani tidak perlu khawatir akan kehabisan atau kekurangan pupuk bersubsidi. 

"Pemerintah telah menjamin ketersediaanya, jika memang nanti kekurangan akan dicukupi," ujarnya.

Dikatakan petani dapat menebus pupuk bersubsidi dengan menggunakan KTP ataupun melalui aplikasi I-pubers. Penebusan pupuk sesuai dengan perencanaan yang telah diajukan.

 "Penyerapan pupuk bersubsidi terpantau Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan," kata Aulia.

Aulia menyebut, akan ada peningkatan penyerapan pupuk Urea dan NPK di Oktober - November 2025 seiring masa pemupukan.

Di Oktober masa pemupukan tanaman kopi dan banyak membutuhkan NPK, sementara pada November hingga Desember petani banyak menebus urea untuk pemupukan tanaman padi.

Berdasar catatan, kata Aulia, penyerapan pupuk Urea terbesar secara presentase di Kecamatan Jumo dengan 70 persen. Sementara yang terendah sebesar 37,60 persen di Kecamatan Tretep.

"Penyerapan NPK tertinggi di Kecamatan Candiroto sebesar 68,94 persen dan 67,16 persen yakni di Kecamatan Candiroto dan Gemawang. Lalu terendah di Kecamatan Tretep sebesar 34,54 persen," tambah Aulia. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kopi #pupuk #DKPPP Kabupaten temanggung #Penyerapan #urea