RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Kabupaten Temanggung mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan pada 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian daerah ini tumbuh sebesar 6,20 persen (year-on-year) pada triwulan II 2025.
Angka melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,12 persen dan Jawa Tengah sebesar 5,28 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Temanggung, Hendra Sumaryana, mengatakan, capaian ini menunjukkan kinerja ekonomi daerah yang solid dan konsisten melanjutkan tren positif sejak tahun sebelumnya.
“Di tahun 2024 kita tumbuh 5,04 persen, lebih tinggi dari Jawa Tengah yang 4,95 persen dan nasional 5,03 persen. Tahun 2025 ini, kami optimistis bisa mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen hingga akhir tahun,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, tiga sektor utama pendorong pertumbuhan ekonomi Temanggung adalah industri pengolahan, perdagangan dan jasa, serta pertanian.
Ketiganya membentuk struktur ekonomi daerah dengan kontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).
“Sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 25 persen, perdagangan 22 persen, dan pertanian 21 persen terhadap total PDRB,” terangnya.
Selain itu, dari sisi produksi, lapangan usaha primer menunjukkan pertumbuhan tertinggi mencapai 13,56 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, belanja modal tumbuh 8,6 persen.
Menurut Hendra, pertumbuhan ekonomi yang baik ini juga berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan.
Ia menyebut, di tahun 2025 tingkat kemiskinan Temanggung turun menjadi 7,78 persen. Angka lebih rendah dibandingkan angka provinsi 9,48 persen maupun nasional 8,47 persen.
“Artinya, peningkatan aktivitas ekonomi di masyarakat berjalan seiring dengan penurunan jumlah penduduk miskin. Sektor riil hidup, pendapatan naik, dan konsumsi masyarakat meningkat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan, kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Temanggung berasal dari konsumsi masyarakat. Lalu disusul investasi dan belanja pemerintah.
“Kalau konsumsi masyarakat meningkat, maka kegiatan ekonomi berjalan. Perdagangan, usaha kecil, hingga sektor riil semuanya bergerak. Ini yang menjaga daya tahan ekonomi daerah,” tambahnya.
Hendra optimistis, dengan kerja sama lintas sektor dan iklim investasi yang terus membaik, Temanggung mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kami tetap menargetkan pertumbuhan di atas lima persen sebagai langkah menuju pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo