Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Siswa di Temanggung Santap Menu MBG dengan Lahap : Makanannya Enak, Nasinya Tidak Keras, Saya Suka

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 00:13 WIB
Siswa SMP Negeri 6 Temanggung tengah menyantap menu program MBG.
Siswa SMP Negeri 6 Temanggung tengah menyantap menu program MBG.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung – "Makanannya enak. Nasinya tidak keras. Saya suka," aku Muhammad Rhizky, siswa kelas 7 SMP Negeri 6 Temanggung ketika ditanya wartawan mengenai menu makan siangnya.

Rizky salah satu dari ribuan siswa yang mendapatkan program makan bergizi gratis (MBG) di Temanggung. Mereka tampak menyantap menu yang disajikan dengan lahap. Terlebih makan bersama kawan-kawannya terasa lebih nikmat dan menyenangkan.

Program MBG di wilayah Temanggung terus bergulir. Sudah lebih dari 14.098 siswa di Kabupaten Temanggung yang mendapatkan makanan dalam program ini. Sasarannya adalah 156 ribu siswa yang menerima MBG.

Dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi untuk program MBG di Kabupaten Temanggung pun terus bertambah. Hal itu untuk menjangkau lebih banyak siswa serta menyukseskan program nasional.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0706/ Temanggung, Kapten Cba Muhabib menjelaskan, dapur baru untuk program MBG yang resmi beroperasi di Kabupaten Temanggung terus ditambah.

"Yang sudah dapat MBG dari BGN ada 14.098 siswa. Jadi masih banyak siswa yang belum mendapat. Untuk pesantren saja mencapai 167.000 santri di wilayah Temanggung," lanjut Muhabib.

Empat dapur baru ini mulai melakukan uji coba MBG sejak 10-13 Juni 2025. Salah satu lokasi uji coba berada di SMP Negeri 6 Temanggung.

Saat itu, ada 761 siswa yang mendapat makan bergizi gratis. Namun, hanya siswa kelas 7 dan kelas 8 yang mendapatkan menu berupa nasi beserta lauknya.

Pantauan di SMPN 6 Temanggung, siswa-siswi tampak lahap menyantap menu MBG. Saat itu ada buah jeruk, nasi dan sayuran, ayam dibalut tepung, serta susu.

Terpisah, Wakil Bupati Temanggung drg Nadia Muna mengingatkan pentingnya ketelitian petugas dari SPPG dalam menyajikan menu makanan pada program MBG. Hal itu agar sesuai dengan keamanan pangan dan standar gizi.

Nadia mengatakan, penyediaan MBG harus sesuai SOP-nya. Termasuk kualitas SDM, pangan, serta dapur. Selain itu, tata kelola penganggaran MBG juga penting karena menentukan menu yang akan disajikan untuk siswa.

"Segala kualitas harus sesuai SOP nya, kualitas itu termasuk kualitas tata keuangannya, SDM-nya, kemudian tata kelola penganggarannya. Ini sangat penting karena harus tegas bahwa tidak pemotongan lain-lain, di luar pemotongan yang sudah ditentukan itu menjadi hasil yang lebih baik untuk menu yang disajikan. Kemudian mengenai jenis menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, harus disesuaikan," katanya.

Selain kebersihan dapur hingga peralatan memasak, lanjut Nadia Muna, petugas SPPG penting harus melakukan pemilihan bahan makanan. Terutama sayur mayur dan daging yang mudah basi agar tidak dimasak di jam awal.

Maka, dalam proses penyediaan bahan makanan, pengolahan hingga distribusi juga harus melibatkan petugas dari dinas kesehatan maupun puskesmas. 

Kepala Dinkes Temanggung, dr Intan Pandanwangi mengatakan, saat ini ada 41 dapur MBG di Temanggung yang beroperasi.

Program MBG di Jawa Tengah diproyeksikan menjadi percontohan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pun tidak tinggal diam. Sejak awal program MBG diluncurkan, Gubernur Ahmad Luthfi melakukan pengawalan dengan turun ke sejumlah SPPG.

Belum lama ini, Ahmad Luthfi berkunjung ke Solo.  Ia mengecek langsung penyiapan makanan dan pendistribusiannya. Perlu diketahui, program ini memberikan dampak positif bagi pendidikan anak di sekolah dan pemenuhan gizi.

Gubernur Luthfi menegaskan agar SPPG memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) dan pendirian posko 24 untuk pengawasan. SLHS bukan sekadar formalitas. Namun harus diiringi dengan inspeksi nyata di lapangan. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#program mbg #SPPG #drg nadia muna #Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi #Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi