RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Harapan warga atas perbaikan jalan Tlogopucang di Kabupaten Temanggung mulai mendapat titik terang.
Pemerintah Kabupaten Temanggung memastikan ruas sepanjang 7,1 kilometer itu akan mulai dikerjakan tahun ini melalui anggaran perubahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Temanggung, Hendy Wahyu Noerhidayat mengatakan, perbaikan jalan Tlogopucang memang menjadi perhatian serius Pemkab.
Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat pengerjaannya harus dilakukan secara bertahap.
“Pak bupati sudah menjanjikan, dan di anggaran perubahan ini sudah disiapkan sekitar Rp2 miliar. Nanti 2026 dilanjutkan lagi. Jadi akan diselesaikan bertahap,” ujar Hendy, Jumat (10/10/2025).
Menurutnya, usulan perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali diajukan ke pemerintah pusat maupun provinsi.
Namun, belum bisa diakomodasi karena tidak sesuai dengan tema prioritas APBN, seperti kawasan pariwisata, ketahanan pangan, atau kawasan industri.
“Tlogopucang ini tidak termasuk dalam tiga tema besar itu. Jadi tidak bisa masuk ke skema APBN. Mau tidak mau, kita harus memakai APBD sendiri,” jelasnya.
Meski begitu, Hendy menegaskan Pemkab Temanggung tetap berkomitmen memperbaiki seluruh infrastruktur secara merata. Ia mengakui, kondisi jalan di Temanggung saat ini sudah tergolong baik dengan tingkat kemantapan sekitar 80 persen.
“Masyarakat maunya 100 persen, tapi yang diviralkan selalu yang rusak. Padahal sebagian besar jalan kita kondisinya sudah baik,” ujarnya.
Selain mengandalkan APBD, sejumlah wilayah di Temanggung juga memperlihatkan semangat gotong-royong warga dalam memperbaiki jalan desa.
Hal itu juga terlihat di Tlogopucang yang sempat viral karena warga menggalang donasi untuk menambal jalan rusak.
“Masyarakat Temanggung itu luar biasa. Mereka mau urunan, gotong-royong, dan koordinasi dengan kami. Tapi pemerintah juga tidak tinggal diam. Kami tetap berusaha dalam koridor aturan,” tegasnya.
DPUPR berharap, pelaksanaan perbaikan jalan Tlogopucang melalui anggaran perubahan ini bisa segera terealisasi setelah penetapan resmi.
"Perbaikannya dengan pola bertahap, pemerintah menargetkan seluruh ruas bisa tuntas dalam beberapa tahun mendatang," tandas Hendy. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo