RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Wakil Bupati Temanggung, drg Nadia Muna, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam mengendalikan penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC).
Hingga saat ini, temuan kasus TBC baru mencapai 60 persen dari estimasi sekitar 1.354 penderita. Artinya, sudah ada 578 kasus yang telah ditemukan.
“Kami akan melakukan percepatan agar temuan bisa meningkat. Harus ada percepatan supaya bisa dikontrol, dirawat dengan baik, dan tidak menyebar secara luas,” ungkap Nadia, Kamis (2/10).
Nadia menjelaskan, pemerintah daerah telah mendapatkan dukungan alat tes dari pusat. Sehingga rapid test mengenai TBC bisa dilakukan lebih cepat dan menyeluruh.
Langkah penanganan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai lini. Mulai dari organisasi masyarakat, pondok pesantren, hingga lingkungan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.
"Lalu semua puskesmas juga ditargetkan mempercepat deteksi dan penanganan," jelasnya.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) mengenai analisis situasi program TB, tercatat 55 kasus kematian akibat TBC pada tahun 2024. Kemudian, dari jumlah estimasi 1.354 penderita terkonfirmasi 4 kasus TBRO. Selanjutnya, terdapat 19 persen kasus TB pada anak.
"Karena penderita TBC di Temanggung berasal dari berbagai kelompok usia. Namun yang memprihatinkan, sebagian pasien baru datang ke RSUD dalam kondisi kronis. Padahal kami ingin tindakan preventif bisa dilakukan sejak awal, sebelum parah,” ungkap Nadia.
Nadia berpesan, agar masyarakat tidak menganggap TBC sebagai aib.
Ia mengingatkan, pengobatan TBC membutuhkan ketekunan dan ketelitian, sehingga pasien perlu terbuka dan segera melapor ke puskesmas.
“Yang paling penting, TBC bukan aib. Pengobatan memang panjang, tapi kalau dilakukan dengan baik dan terukur insya Allah bisa tertangani. Monggo laporkan ke puskesmas agar pemerintah bisa membantu melakukan pertolongan dan mengontrol penyebarannya,” tegasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo