Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Hari Batik, Sentra Kartini Terpadu Temanggung Angkat Batik Ciprat dan Layanan Rehabilitasi

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:08 WIB
Siswa SRMA 16 serta sejumlah difabel kompak membatik di Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Kamis (2/10/2025).
Siswa SRMA 16 serta sejumlah difabel kompak membatik di Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Kamis (2/10/2025).

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Peringatan Hari Batik Nasional di Sentra Terpadu Kartini Temanggung berlangsung meriah, Kamis (2/10/2025). Berbagai kegiatan digelar untuk memperkenalkan layanan rehabilitasi serta produk vokasional unggulan.

Kegiatan tersebut di antaranya membatik bersama, fashion show, live cooking, sosialisasi program layanan rehabilitasi, hingga pameran handycraft serta hasil karya penyandang disabilitas.

Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Dewi Suhartini menjelaskan, salah satu program yang disosialisasikan adalah layanan mobile rehabilitasi.

Unit layanan ini dirancang untuk menjangkau penyandang disabilitas yang belum bisa datang langsung ke sentra.

"Melalui mobile rehabilitasi ini, penerima manfaat dapat memperoleh informasi dan layanan awal, sebelum diarahkan untuk melanjutkan terapi di sentra atau rumah terapi lain,” jelasnya.

Selain itu, Sentra Kartini juga mengenalkan berbagai program vokasional, seperti boga dan fashion show batik ciprat. Produk batik ciprat menjadi perhatian utama karena diminati banyak pihak. Bahkan, sudah tersebar di 35 kabupaten melalui shelter workshop peduli.

“Mayoritas pembuat batik ciprat adalah penerima manfaat kami, terutama penyandang disabilitas intelektual dan ODGJ. Mereka bisa lebih mudah membuat pola dengan teknik ciprat dibanding mencanting yang butuh konsentrasi tinggi,” ujar Dewi.

Batik ciprat karya penerima manfaat juga dipasarkan melalui Galeri Kartini. Batik ciprat tersebut juga dipakai pegawai negeri di lingkungan Kemensos setiap hari Selasa.

Tak hanya itu, Sentra Kartini juga menggandeng sekolah rakyat (SR) untuk kolaborasi dalam peringatan hari batik ini.

Anak-anak sekolah diajak mencanting, sementara penerima manfaat memberi sentuhan ciprat warna. 

"Kami ingin anak-anak sekolah ikut terlibat, sehingga batik ciprat makin dikenal dan menjadi sarana inklusi,” tambahnya.

Sementara Habibi, 20, salah satu penerima manfaat mengaku, telah belajar membuat batik ciprat selama satu tahun.

Pemuda asal Semarang ini juga memamerkan karyanya di hadapan publik. "Selain dijual batik karya saya juga dipakai sendiri. Yang beli juga suka," akunya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#disabilitas #hari batik nasional #Sentra Terpadu Kartini Temanggung #Batik Ciprat