RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Sedikitnya 11 rumah di Kabupaten Temanggung rusak parah akibat diterjang angin kencang pada Minggu sore (29/9/2025). Musibah tersebut juga merobohkan beberapa pohon hingga menutup akses jalan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Totok Nursetyanto menerangkan, peristiwa angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WIB pada Minggu (28/9/2025) kemarin.
Musibah ini melanda 3 kecamatan yakni Kranggan, Selopampang, dan Tembarak di wilayah Kabupaten Temanggung.
"Laporan masuk itu ada 11 rumah yang rusak parah akibat angin kencang dan hujan deras kemarin," terangnya saat ditemui, Senin (29/9/2025).
Adapun 11 rumah rusak tersebut diantaranya di Kecamatan Kranggan yakni di Dusun Badran, Nguwet, dan Mulyosari.
Lalu di Kecamatan Selopampang, rumah rusak akibat musibah tersebut berada di Dusun Gemiwang dan Dusun Dukuh. Kemudian di Kecamatan Tembarak, rumah rusak berada di Wonokerso dan Jragan.
"Di Plumbon-Tembarak itu sempat terjadi pohon roboh yang menutup akses jalan antar desa. Tapi kemarin langsung ditangani petugas gabungan," jelas Totok.
Totok mengatakan, kerusakan pada 11 rumah tersebut tergolong parah karena semua atapnya terbawa angin.
Sementara itu, beberapa rumah lainnya hanya mengalami rusak ringan, seperti genteng yang bergeser, dan sudah diperbaiki secara mandiri oleh warga.
"Untuk penanganan, BPBD sudah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan berupa bahan bangunan ringan. Bantuan awal telah disalurkan untuk tiga rumah terdampak di Desa Bumiayu, dan akan disusul untuk desa-desa terdampak lainnya," katanya.
Totok menambahkan, musibah angin kencang yang terjadi dilaporkan tidak merata. Namun, cenderung melanda sisi selatan wilayah.
Maka, ia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Mengingat, kondisi cuaca ekstrem yang sedang terjadi.
"Kalau dari BMKG, saat ini wilayah Jawa Tengah sudah memasuki awal musim hujan, yang biasanya diawali dengan angin kencang.
Kami imbau agar masyarakat berhati-hati saat bepergian di tengah cuaca ekstrem. Apabila terjadi angin kencang, segera menepi dan mencari tempat berteduh yang aman," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo