Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Harga Daging dan Telur Naik Signifikan di Pasar Tradisional Temanggung, Pasokan Aman

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 19 September 2025 | 14:43 WIB
Penjual daging ayam di Pasar Rejo Amertani Temanggung saat melayani pembeli.
Penjual daging ayam di Pasar Rejo Amertani Temanggung saat melayani pembeli.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Harga daging ayam dan telur di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Temanggung mulai merangkak naik dalam sepekan terakhir.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung memastikan ketersediaan kedua komoditas tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pantauan di Pasar Rejo Amertani, Kota Temanggung, Kamis (18/9), harga daging ayam mencapai Rp40.000 per kilogram.

Harga ini naik signifikan dibandingkan pekan lalu yang masih berkisar Rp33.000 per kilogram. Sementara harga telur ayam juga ikut terkerek dari Rp25.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Temanggung, Pontjo Marbagyo, menjelaskan, kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya harga jagung yang menjadi bahan baku pakan ayam. 

Saat ini harga jagung berada di kisaran Rp 6.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 5.800 per kilogram.

“Memang ada kenaikan harga, tetapi dari segi ketersediaan masih cukup baik, tidak ada kelangkaan. Harga di pasaran juga masih relatif terjangkau, belum terlalu tinggi sehingga tidak terlalu berdampak bagi masyarakat,” jelas Pontjo.

Meski begitu, untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkab Temanggung juga melakukan koordinasi dengan pengusaha pemotongan ayam serta Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar). 

Langkah ini ditempuh agar kebutuhan daging dan telur di pasaran tetap terpenuhi. Terlebih, menjelang momentum-momentum yang biasanya memicu peningkatan konsumsi.

Pemerintah daerah juga menyiapkan opsi operasi pasar apabila harga terus mengalami kenaikan signifikan. 

"Kami pantau terus pergerakan harga di pasar. Kalau nanti ada lonjakan yang terlalu tinggi, kami akan lakukan operasi pasar agar masyarakat tidak terlalu terbebani,” tambah Pontjo.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Rejo Amertani, Ana, mengaku kenaikan harga sudah terjadi bertahap sejak beberapa hari terakhir.

Ia tidak tahu pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Pasalnya, pembeli di lapaknya tidak protes

"Kemarin itu dari Rp33.000, Rp35.000, Rp36.000, Rp37.000, sekarang sampai Rp 38.000–Rp40.000.

Kenaikan ini saya juga kurang tahu, karena harga ditentukan dari kantor. Pembeli biasa saja, tapi memang harga jadi belum sesuai target penjualan,” ujarnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#harga telur #daging #Pasar Tradisional