RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung berkomitmen menyukseskan program Quick Win dari Kemendukbangga/BKKBN. Hal ini menjadi strategi percepatan pembangunan keluarga berkualitas.
Komitmen tersebut dilakukan dengan menggandeng perangkat daerah hingga tim penggerak PKK.
Program ini memiliki fokus pada lima program unggulan. Diantaranya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh atas Stunting), Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Sidaya (Lansia Berdaya), dan Super Up Keluarga.
Pj Sekda Temanggung, Ripto Susilo, menegaskan, program ini penting untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Menurutnya, Quick Win menjadi upaya percepatan dengan fokus mewujudkan keluarga menjadi berkualitas.
"Program ini ada gerakan penurunan stunting, ada peran ayah, pemberdayaan lansia, hingga komunikasi suami-istri yang sehat. Semua itu butuh proses panjang, tidak instan. Dan Pemkab Temanggung komitmen untuk mensukseskan program," ujarnya Rabu (17/9/2025).
Ripto juga mengingatkan bahwa kasus stunting di Temanggung masih tinggi. Angkanya mencapai 27,3 persen, berdasarkan data Provinsi Jawa Tengah. Makanya, intervensi harus dilakukan secara berkelanjutan sejak remaja putri, ibu hamil, hingga anak usia dini.
"Jadi harus sinergi dan kolaborasi bersama untuk pencegahan dan penanganan stunting itu," tambahnya
Sementara, Kepala DPPPAPPKB Temanggung, Gema Artisti Wahyudi mengatakan, capaian program Genting di Temanggung cukup baik. Dari target 3.405 sasaran stunting, kini sudah tercapai 69,25 persen.
Hal itu meliputi intervensi nutrisi pada ibu hamil, penyediaan jamban sehat, edukasi pada ibu hamil dan ibu baduta, hingga penyediaan air bersih layak konsumsi.
“Air bersih ini sangat penting, karena banyak sumber air masyarakat masih tercemar bakteri Ecoli. Jadi, stunting tidak hanya soal gizi, tapi juga sanitasi yang sehat,” jelasnya.
Selain itu, program Tamasya difokuskan pada penguatan layanan Tempat Penitipan Anak (TPA) agar tidak sekadar penitipan. Namun, juga pemantauan tumbuh kembang anak.
Adapun program Gati mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Lalu Sidaya diarahkan untuk menjadikan lansia mandiri, sehat, dan adaptif.
Gema menekankan peran penting PKK sebagai ujung tombak sosialisasi.
“PKK adalah organisasi strategis yang bisa menjangkau hingga lapisan paling bawah. Dengan keterlibatan PKK, program ini diharapkan benar-benar menyentuh masyarakat,” tandas Gema. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo