RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Musim panen tembakau 2025 di Kabupaten Temanggung memasuki masa transisi kualitas.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, berharap harga jual tidak terlalu rendah meski sebagian pabrikan menilai mutu tembakau tahun ini belum maksimal.
Agus menyebut, harga tembakau kualitas C di tingkat petani saat ini berkisar Rp 80 ribu per kilogram.
"Harapannya tahun ini harganya tidak rendah-rendah amat, karena ini masa transisi pertembakauan.
Dari kondisi awal yang kualitasnya dinilai kurang bagus, kita ingin kembali ke kualitas tembakau Temanggung yang baik,” ujarnya Kamis (4/9/2025).
Dikatakan, luas tanaman tembakau di Temanggung tahun 2025 mencapai 14 ribu hektare.
Luasan itu tersebar di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau serta lahan persawahan.
Sejauh ini, pembelian tembakau oleh pabrikan baru dilakukan oleh PT Djarum, itupun dalam jumlah terbatas.
Maka, Pemkab Temanggung terus mendorong pabrikan golongan 1 maupun golongan 2 untuk segera menyerap hasil panen petani agar tidak menimbulkan keresahan di lapangan.
“Walaupun yang masuk baru PT Djarum, bukan berarti single buyer ini jadi titik lemah. Kami selalu komunikasi dengan buyer lain agar segera melakukan pembelian,” kata Agus.
Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara serapan pasar dengan harga yang layak bagi petani. Kondisi ini bukan hanya soal transisi ekonomi.
Namun juga keberlanjutan soal pertembakauan Temanggung. "Ini bukan hanya soal transaksi ekonomi, tapi juga keberlanjutan pertembakauan Temanggung,” terangnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo