Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Demonstran Rusuh di Temanggung Dipulangkan, Pelajar yang Terlibat Mendapat Pembinaan di Sekolah

Devi Khofifatur Rizqi • Rabu, 3 September 2025 | 20:20 WIB
Peserta aksi demo dijemput orang tuanya di Mapolres Temanggung. Mereka diwajibkan minta maaf dan sungkem pada orang tuanya.
Peserta aksi demo dijemput orang tuanya di Mapolres Temanggung. Mereka diwajibkan minta maaf dan sungkem pada orang tuanya.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Demonstran yang rusuh dalam aksi penyampaian aspirasi di depan Gedung DPRD Temanggung, akhirnya dipulangkan ke keluarga, usai menginap semalam di Mapolres Temanggung.

Namun, para demonstran wajib lapor selama dua minggu. Sebelumnya, terdapat 99 peserta aksi yang diamankan kepolisian.

Dari jumlah itu, 73 orang merupakan dewasa dan 26 orang masih anak-anak. Polres Temanggung juga menetapkan satu tersangka aksi kerusuhan yang membawa dua botol bom molotov.

Kapolres Temanggung AKBP Rully Thomas menegaskan, kepolisian bersama pemerintah daerah melakukan pembinaan agar para pelajar tidak kembali terlibat dalam tindakan anarkis.

“Atas permintaan bupati, para peserta aksi yang kemarin diamankan kami kembalikan kepada keluarganya, kepala desa, maupun sekolahnya.

Harapannya mereka bisa lebih berhati-hati dalam menyampaikan aspirasi dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum,” tegasnya Selasa petang (2/9/2025). 

Rully menekankan, Polri menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Namun, kebebasan itu harus dilakukan sesuai aturan, tanpa merusak fasilitas umum atau mengganggu keamanan. 

Ia juga mengajak pemerintah desa, pihak keluarga, hingga sekolah untuk berperan aktif membimbing anak-anaknya.

“Ini memerlukan keterlibatan semua pihak. Terutama keluarga dan kepala desa, agar anak-anak bisa diingatkan supaya tidak terjerumus dalam tindakan yang membahayakan orang lain,” imbuhnya.

Bupati Temanggung Agus Setyawan berpesan, agar ke depan bisa menjaga kondusivitas Temanggung lebih baik lagi. Ia mengaku prihatin dengan sikap arogan masyarakat yang melakukan provokasi.

"Saya menyadari, saya bukan siapa-siapa. Saya bukan bandung bondowoso yang sekali menjabat langsung semua masalah selesai. Saya ingin kita berembug bersama dan bergandengan tangan untuk kondusivitas Temanggung," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Temanggung, Agus Sujarwo memastikan, para pelajar yang sempat diamankan tetap bisa melanjutkan kegiatan belajar. 

Menurutnya, sanksi yang diberikan bersifat pembinaan, bukan hukuman yang menghambat pendidikan mereka.

“Anak-anak tetap akan kembali ke sekolah dan belajar di kelas masing-masing. Sekolah memiliki tata tertib, jadi jika ada sanksi sifatnya pembinaan, misalnya pengurangan poin. Yang jelas mereka tidak akan dikeluarkan dari sekolah,” ujarnya.

Agus Sujarwo menambahkan, kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran agar pelajar lebih berhati-hati dan tidak lagi ikut serta dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan masalah hukum.

Peserta aksi demo yang diamankan polisi dikembalikan ke pihak keluarga pada Selasa petang.

Anak-anak meminta maaf dan sungkem kepada orang tuanya. Selain itu, peserta aksi juga menandatangani surat pernyataan.

Suasana tampak haru lantaran orang tua menangis bisa kembali melihat anak-anaknya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Bupati Temanggung Agus Setyawan #demonstran #anarkis #aspirasi #gedung DPRD Temanggung #rusuh